Kota Yogyakarta

Daftar Sekolah Negeri di Yogya Gratis


Agus Sigit | Minggu, 2 Juni 2013 | 22:11 WIB | Dibaca: 1516 | Komentar: 0

Ilustrasi. Foto: Dok

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mulai tahun ini akan menghapuskan biaya pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk sekolah negeri. Baik dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Diharapkan, kebijakan yang baru pertama kali ini akan mendorong minat belajar di Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana mengungkapkan, penggratisan biaya pendaftaran ini sudah ditetapkan dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) PPDB 2013. "Juklak itu juga sudah berhasil kami tetapkan. Mulai tahun ini, pendaftaran memang gratis," ungkapnya saat dikonfirmasi KRjogja.com, Minggu (2/6/2013).

Pada PPDB tahun lalu, biaya pendaftaran masih dibebankan kepada calon peserta didik. Besarannya berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. Akan tetapi, bagi siswa dari keluarga tidak mampu, setiap tahun selalu digratiskan.

Dengan pendaftaran yang digratiskan ini, ungkap Edy, maka memberikan peluang bagi siswa yang lebih besar. Meski nanti ada lonjakan pendaftar, namun hal itu juga sudah bisa dilihat dan dapat diprediksi dari jumlah lulusan yang baru saja diumumkan.

Pencermatan dinas, imbuh Edy, justru pada daya tampung di sekolah negeri yang tidak bertambah. Bahkan, lanjutnya, beberapa sekolah jumlah kursi sesuai rombongan belajar (rombel) atau kelas akan berkurang. Terutama pada jenjang SMA/SMK yang tahun lalu per kelasnya mencapai 34 kursi. "Tahun ini, SMA dan SMK maksimal hanya 32 kursi tiap rombel. Sehingga ada beberapa sekolah yang daya tampungnya berkurang. Tetapi, jumlahnya tidak signifikan," tandasnya.

Sedangkan bagi jenjang SMP, ada beberapa kelas yang bisa menampung hingga 34 kursi per rombel. Akan tetapi, hal itu khusus bagi SMP yang menerima siswa miskin atau pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS). Sementara jenjang SD, tidak mengalami perubahan, yakni 28 kursi tiap rombel.

Adanya pengurangan daya tampung di sekolah negeri itu justru membuat banyak pendaftar yang akan terlempar ke sekolah swasta. Hal tersebut juga tidak menjadi persoalan. Menurut Edy, kombinasi pilihan sekolah kali ini tetap 3 pilihan pada sekolah negeri berbeda.

Oleh karena itu, jika pada pilihan pertama sudah terpenuhi, masih ada kesempatan di pilihan kedua dan ketiga. Sementara untuk sekolah swasta, dari pantauan Dinas Pendidikan, sejumlah sekolah kuotanya sudah terpenuhi karena sudah membuka penerimaan lebih awal. "Berarti meski jalur RTO (Real Time Online) kali ini tidak melibatkan sekolah swasta, tetapi teryata tidak ada pengaruh pada minat sekolah," paparnya. (R-9)