Pantura

Widya Kandi Sudah Peringatkan Kepala DPPKAD


Ivan Aditya | Rabu, 29 Mei 2013 | 19:53 WIB | Dibaca: 583 | Komentar: 0

Ilustrasi. (Foto : Dok)

KENDAL (KRjogja.com) - Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti mengaku pernah meminta kepada Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) terkait masalah Tenaga Harian Lepas (Harlep). Tindakan ini dilakukan bupati karena Harlep kedepan berpotensi menimbulkan persoalaan baru bagi Pemkab Kendal.

Kepala DPPKAD saat itu, Alex Supriyono bupati meminta untuk dihentikan jumlah pegawai pembantu penarik pajak yang masih 160 orang. “Kepala DPPKAD waktu itu mengatakan, tidak masalah pengangkatan karena saat itu banyak perangkat desa yang mengemplang PBB,” ujar Widya di Kendal, Rabu (29/05/2013).

Rupanya permintaan untuk menghentikan penerimaan petugas penarik pajak, tidak diindahkan. “Malahan jumlahnya terus bertambah, menjadi 250 orang hingga sekarang sudah mencapai 375 orang," lanjut Widya. Pihaknya mengatakan, sudah dua kali meminta proses pengangkatan tenaga penarik pajak dihentikan tapi tidak digubris Alex Supriyono.

Bupati mengatakan, LHP BPK sudah diterima Pemerintah Kabupaten Kendal namun belum dilaporkan ke dirinya. “Yang jelas tenaga harian lepas di DPPKAD harus dibubarkan karena jika tidak justru mereka harus mengembalikan honor yang selama ini diterima,” tegas Widya. (Ung)