Solo

Mayoritas Sekolah di Sukoharjo Ikuti PPDB Online


Danar Widiyanto | Rabu, 29 Mei 2013 | 17:50 WIB | Dibaca: 1250 | Komentar: 0

Ilustrasi (Foto: Doc)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo memastikan semua sekolah negeri dan sebagian besar swasta mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tahun ajaran 2013/2014 Juni mendatang. Sistem online ini diterapkan di Kabupaten Sukoharjo kali kedua setelah sukses perdana tahun lalu.

Khusus untuk PPDB online kali ini sedikit berbeda karena ada lima eks rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) masuk sebagai peserta. Hal tersebut terjadi karena putusan pembubaran RSBI oleh pusat. Dengan status itu maka RSBI wajib mengikuti aturan dalam penerimaan siswa baru seperti sekolah lainya dan tidak bisa mandiri.

"Dengan sistem PPDB online maka akan terjadi pemerataan dan keadilan bagi sekolah saat menerima siswa baru," ujar Kabid SMP/SMA/SMK Disdik Sukoharjo Dwi Atmojo Heri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/05/2013).

Untuk tingkat SMP tercatat ada sebanyak 41 SMPN dan MTSN yang mengikuti PPDB online. Sedangkan untuk SMP dan MTS swasta tercatat ada sebanyak 24 sekolah. Rincinya sebanyak 18 SMP swasta dan 6 MTS swasta.

Diluar itu masih ada 5 SMP swasta yang tidak mengikuti PPDB online. Dengan begitu artinya sekokah tersebut akan melakukan penerimaan siswa baru secara mandiri.

Ditingkat SMA tercatat ada 10 SMAN, 1 MA dan 8 SMA swasta yang ikuti PPDB online. Sedangkan 7 SMA swasta memilih tidak ikut dan membuka penerimaan siswa baru sendiri. Ditingkat SMK ada 6 SMKN dan 11 SMK swasta yang ikut PPDB online dan 11 SMK swasta tidak ikut.

"Diluar data itu semua masih ada sekolah yang tidak ikut PPDB online karena memiliki program akselerasi," lanjutnya.

Heri melanjutkan bahwa khusus untuk lima sekolah eks RBSI pada tahun ini menjadi sedikit berbeda. Sebab mereka yang sebelumnya menerima siswa secara mandiri, kali ini harus mengikuti prosedur seperti sekolah lainya. Selain itu aturan untuk eks RBSI juga berlaku khususnya mengenai daya tampang dengan tidak boleh menerima siswa melebihi aturan yakni 32 siswa baru.
Heri menjelaskan bahwa sosialisasi sudah dilakukan ke masing masing kepala sekolah oleh Disdik Sukoharjo pekan lalu. Tahap selanjutnya yakni verifikasi piagam penghargaan yang dilaksanakan pada 17-22 Juni mulai pukul 08.00-13.00 di kantor Disdik Sukoharjo.

Tes khusus bagi SMK Negeri dilaksanakan 20-22 Juni pukul 08.00-13.00 di SMK pilihan pertama. Pendaftaran online 24-26 Juni pukul 08.00-13.00 di sekolah. Verifikasi data 27-28 juni oleh Puskom UNS dan Disdik Sukoharjo. pengumuman 29 Juni melalui website PPDB, SMS dan papan pengumuman. Daftar ulang 1-3 Juli pukul 08.00-13.00 dimasing masing sekolah. Hari pertama masuk sekolah 15-17 Juli.

Dasar hukum PPDB online dijelaskan Heri yakni Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo nomor 8 tahun 2010 tentang penyelenggaraan pendidikan. Peraturan Bupati Sukoharjo nomor 21 tahun 2011 tentang PPDB. SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo nomor 42.2.1/1969/2012 tanggal 13 Mei 2013 tentang petunjuk pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2013/2014.

"Ini tahun kedua sistem PPDB online diterapkan di Sukoharjo dan dibanding sebelumnya sekarang lebih siap baik dari sisi sumber daya manusia maupun peralatan," lanjutnya.

Untuk penentuan pendaftaran yang diterima ditentukan oleh enam faktor. Pertama seleksi calon peserta didik dilakukan secara otomatis sistem berdasarkan peringkat nilai UN dan nilai sekolah. Pada sekolah yang menjadi pilihan pertama nilai dari seluruh pendaftar disusun peringkatnya dan pendaftar yang diterima adalah pendaftar yang masuk dalam daya tampung sekolah yang bersangkutan. Pendaftar yang tidak diterima pada sekolah pilihan pertama akan otomatis dialihkan ke sekolah pilihan kedua dan akan digabung dengan pendaftar lain yang memilih pada sekolah tersebut. Proses ini berjalan secara otomatis sampai lihan yang ke empat dan dapat dipantau secara online.

Jika pada pendaftaran terakhir terdapat dua atau lebih pendaftar pada pilihan pertama dengan jumlah nilai sama, pada posisi peringat batas bawah maka pendaftar tersebut semua diterima. Jika pada pendaftaran terakhir terdapat dua atau lebih pendaftar pada pilihan pertama dan pilihan kedua, dengan jumlah nilai yang sama pada posisi peringat batas bawah, maka yang diprioritaskan adalah pendaftar pada sekolah pilihan pertama.

Pendaftar dari luar Kabupaten Sukoharjo maksimal 10 % dari daya tampung dengan syarat nilainya harus minimal sama dengan batas bawah pendaftar dari dalam Kabupaten Sukoharjo. "Untuk informasi selanjutnya masyarakat bisa melihat di situs online www.ppdbsukoharjo.net," lanjutnya.(Mam)