Pantura

Proyek PLTS Rembang, Batal


Yon Haryono | Jumat, 3 Mei 2013 | 22:30 WIB | Dibaca: 198 | Komentar: 0

REMBANG  (KRjogja.com) -  Pemerintah Kabupaten Rembang membatalkan rencana proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sistem terpusat (komunal), di Dusun Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan  Bulu, senilai Rp 2,4 miliar dari anggaran tingkat pusat. Hal itu terjadi karena PLN memastikan siap membangun jaringan instalasi listrik, dari selatan Desa Pasedan menuju dusun terpencil tersebut.

Proses perencanaan masih berlangsung tahun ini, diharapkan tahun 2014 listrik sudah benar benar menyala di Dusun Ngotoko. PLN pada tahun 2013, akan lebih dulu menyelesaikan jaringan listrik di dusun Bancang Geneng desa Bancang Kec. Sale, yang selama ini justru memperoleh pasokan arus listrik dari wilayah Jawa Timur. Begitu selesai, baru beralih ke Ngotoko.
        
Kepala Bidang Migas Dan Energi Dinas ESDM Kabupaten Rembang Imam Teguh Susatyo  menjelaskan pihaknya tentu tidak bisa memaksakan proyek PLTS terpusat tetap dilanjutkan, karena kalau PLN masuk, maka akan terjadi pemborosan anggaran. Ia berharap 70 kepala keluarga di dusun Ngotoko bersabar, karena semua persiapan membutuhkan waktu agak lama.

Kali pertama sudah diawali pengajuan tertulis lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) kepada Perhutani, untuk mendapatkan rekomendasi tanah milik Perhutani dipasangi tiang listrik. Setelah itu dilanjutkan mengurus ke PLN dan ternyata perusahaan listrik plat merah itu menyetujui. Imam menganggap listrik PLN lebih tepat, warga hanya membayar rekening setiap bulan. "Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga surya, yang statusnya dihibahkan kepada masyarakat, tetapi pemeliharaan ditanggung warga", tegasnya, Jumat (03/05/2013).(Ags)