Kedu Utara

Pendidikan Gratis 12 Tahun, Kenapa Tidak?


Ivan Aditya | Kamis, 2 Mei 2013 | 18:05 WIB | Dibaca: 339 | Komentar: 0

Abu Rizal Bakrie saat berkunjung di Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. (Foto : Bagyo Harsono)

MUNTILAN (KRjogja.com) - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirayakan setiap tanggal 2 Mei itu, harus dijadikan momentum semua kalangan terutama generasi muda, untuk selalu semangat mengejar cita-cita dengan terus belajar. Sedang bagi pemerintah, mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan kewajiban seperti apa yang diharapkan para pendiri bangsa ini. Karena itu, seluruh anak Indonesia harus sekolah tanpa kecuali.

“Hari pendidikan jangan hanya sekedar diperingati dan dirayakan saja, tapi juga harus dihargai dan dijadikan semangat untuk terus belajar. Pendidikan merupakan dasar bagi kemajuan suatu bangsa. Karena itu, semua anak di Indonesia harus sekolah tanpa kecuali. Paling sedikit selama 12 tahun atau hingga lulus tingkat SLTA. Dan harus gratis,” kata Aburizal Bakrie, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat  (DPP) Partai Golongan Karya, usai panen Salak Nglumut di kebun milik Sarimin, warga Dusun/Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang Kamis (02/05/2013).

Selain itu, lanjutnya, pendidikan itu harus membumi. Tidak saja mencontoh yang ada di luar negeri, tetapi juga memadukan nilai-nilai budaya di dalam negeri. "Lihat saja, betapa indahnya tari gambyong yang dimainkan anak-anak dan anak-anak TK bermain drum band tadi. Sangat indah dan menarik. Tanpa disadari, mereka telah menghargai betul tentang budaya, yang satu budaya Jawa dan yang satu budaya masyarakat dunia," ungkapnya. (Bag)