Kota Yogyakarta

PANIK HARGA BBM SUBSIDI NAIK

Masyarakat Lakukan Aksi Borong


Danar Widiyanto | Selasa, 30 April 2013 | 21:02 WIB | Dibaca: 271 | Komentar: 0

Ilustrasi (Foto: Doc)

YOGYA (KRjogja.com) - Rencana pemerintah akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi pada awal Mei ini menimbulkan kepanikan sesaat di masyakarat. Akibat informasi tersebut masyarakat berbondong-bondong menyerbu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna melakukan aksi borong untuk membeli premium dalam jumlah cukup banyak.

Kepala SPBU 44 552 04 Adisutjipto, Muhammad Taufik Hananto mengatakan sejak keluarnya informasi akan ada kenaikan BBM Subsidi karena dibatalkannya opsi harga, masyarakat mulai banyak yang membeli premiun dalam jumlah yang cukup signifikan. Pembelian mulai meningkat sejak pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB namun setelahnya normal kembali.

"Ada kepanikan atau 'rush' sesaat di masyakarat sehingga mereka berburu premium sebanyak-banyaknya. Hal ini karena keterangan Presiden SBY yang berencana akan menaikkan harga BBM Subsidi dengan satu harga nantinya," tandas Hanan kepada KRjogja.com, Selasa (30/04/2013).

Hanan mengungkapkan aksi borong ini wajar, namun hanya terjadi sesaat dan tidak terlalu signifikan bagi penjualan SPBU. Mengenai persediaan BBM Subsidi maupun non subsidi saat ini berjalan lancar sehingga bisa dikatakan sudah tidak terjadi antrian panjang lagi di SPBU.

"Jujur saya senang kalau tidak jadi dua harga dan memilih adanya satu harga. Kalau mau ditetapkan satu harga sebaiknya kenaikan berkisar Rp 5.500 sampai Rp 6.000 per liter agar tidak memberatkan masyarakat. Bagi pengelola SPBU sendiri sebenarnya tidak masalah berapapu kenaikkannya yang penting satu harga dan pasokan lancar," paparnya.

Sementara itu, Pemilik SPBU Mlati, Hartoyo juga menyampaikan telah terjadi aksi borong masyarakat di SPBU yang dikelolanya sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Pembelian dilakukan dengan cara membeli premium secara penuh untuk tanki kendaraan yang dibawa.

"Aksi ini karena masyakarat panik karena harga BBM Subsidi akan naik per Mei ini. Padahal persediaan BBM subsidi kami cukup karena masih ada 42 Kilo Liter (KL) solar subsidi dan 30 KL premiun yang cukup untuk 4 sampai 5 hari kedepan. Jangan khawatir persediaan BBM subsidi masih banyak" tandasnya.

Terpisah  Branch Manager Pertamina DIY dan Surakarta, Nur Muhammad Zain juga membenarkan terjadi aksi borong BBM bersubsidi oleh masyarakat. Aksi ini telah menyebabkan kenaikan distribusi premium mencapai 50 persen dari kondisi normal

"Dari hasil pantauan sempat terjadi pembelian premium di SPBU di DIY cukup tinggi, bahkan ada SPBU yang kehabisan stock. Namun penyaluran terus dilakukan dan saat ini sudah melebihi 50 persen dari hari biasa," tegasnya.

Pihaknya mengaku juga belum mengetahui kapan rencana pemerintah akan menaikan harga jual BBM bersubsidi. Aksi borong ini tidaklah berlangsung lama karena kepastian kenaikan BBM Subsidi belum diumumkan oleh Pemerintah Pusat. (*-24)