Berita

TK dan SD Model Dicanangkan Sekolah Ramah Anak


Danar Widiyanto | Rabu, 1 Mei 2013 | 02:12 WIB | Dibaca: 573 | Komentar: 0

Bupati Sleman saat mencanangkan sekolah ramah anak. (Foto: Saifullah N)

SLEMAN (KRjogja.com) - TK dan SD Model dicanangkan menuju sekolah ramah anak dan sekolah berwawasan jender. Diharapkan dengan pencanangan tersebut, program sekolah disesuaikan dengan dunia anak.

Bupati Sleman Drs Sri Purnomo MSi mengatakan, program-program sekolah harus disesuaikan dengan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Sekolah tidak boleh memaksa anak melakukan sesuatu, namun diupayakan anak secara otomatis terdorong mengeksplorasi dirinya.

"Guru jangan hanya memberikan mata pelajaran saja. Namun harus mendampingi anak supaya anak merasa lebih nyaman belajar di sekolah. Faktor penting yang perlu diperhatikan sekolah adalah partisipasi aktif anak terhadap kegiatan yang diprogramkan," kata Bupati saat mencanangkan, Selasa (30/04/2013) di TK dan SD Model.

Sekolah hendaklah mempunyai zona yang menjamin akan hak-hak anak seperti, aman dan selamat sekolah, kawasan bebas reklame rokok dan lannya. Sekolah juga perlu melakukan penataan lingkungan sekolah dan kelas yang menarik.

"Untuk membentuk sekolah yang ramah anak dan berwawasan jender, manajemen sekolah hendaknya memperhatikan akses yang sama terhadap pendidikan pra sekolah dan pendidikan dasar. Selain itu, lingkungan fisik dan layanan kesehatan berbasis sekolah, lingkungan psiko sosial dan partisipasi anak," ujarnya.

Di samping sekolah ramah anak, sekolah responsif jender diperlukan untuk menjamin hak-hak perempuan secara dini sebagai bentuk pembelajaran jender di sekolah. Pemenuhan dalam kebutuhan spesifik untuk laki-laki maupun perempuan harus seimbang.

Sedangkan Kepala TK dan SD Model Dra Rahayu Setyaningsih MPd mengatakan, dengan dicanangkan TK dan SD Model sebagai sekolah ramah anak dan berwawasan jender untuk menjadi sekolah unggulan di Sleman. Salah satunya dengan memfasilitasi tumbuh kembang anak dengan berlandaskan budaya bangsa, serta wawasan global.

"Tidak mudah mewujudkan sebagai sekolah yang benar-benar model dalam arti yang seluas-luasnya. Makanya dibutuhkan komitmen yang tinggi, kerja sama yang harmonis dan sinergis. Sehingga sekolah bisa membantu menumbuhkembangkan cita-cita anak," kata Rahayu. (Sni)