Kriminal

Perkosa Siswi SMK, Briptu Hrd Mengaku Lupa


Ahmad Lutfie | Selasa, 30 April 2013 | 02:57 WIB | Dibaca: 3680 | Komentar: 1

SLEMAN (KRjogja.com) - Briptu Hardani (Hrd, 53) tersangka pembunuhan siswi SMK 3 Sleman, Riya (13) hingga Senin (29/04/2013) tetap bungkam. Ia menolak tuduhan enam tersangka lain yang mengatakan dirinya terlibat kasus pembunuhan dan perkosaan tersebut.

Selama proses pemeriksaan, Hrd lebih banyak menjawab pertanyaan penyidik dengan jawaban lupa. "Jika ditanya soal keterlibatannya, Hrd selalu menjawab lupa dan lupa. Sikap tertutup Hrd ini akan merugikan dirinya sendiri," ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Heru Muslimin.

Dari tujuh tersangka pembunuhan, hanya Hrd yang belum sinkron. Sedang enam tersangka lain, Choirul Anwar (Ca, 44 tahun), Yonas Revalusi (Yn, 21), Bg (17), Edi Nurcahyo (Ed, 21), Ar (18) dan Spr (18) sudah sinkron. Mereka menyebut Hrd ikut memperkosa korban setelah datang terakhir ke rumah kosong milik nenek Yn tersebut, sehingga alibi Hrd yang terus mengelak, terbantahkan dengan pengakuan keenam tersangka.

Selain keterlibatan Hrd saat memperkosa korban, enam tersangka lain juga mengaku saat membuang dan membakar korban, oknum anggota Polsek Kalasan tersebut datang dan mengawasinya.

Terkait rekonstruksi, Heru memastikan akan digelar dalam waktu dekat. Namun ia belum dapat menyebutkan waktu pasti pelaksanaannya mengingat saat ini penyidik masih menyiapkan materinya.

Meski mengaku ada rasa khawatir emosi massa terhadap tersangka, namun penyidik tetap akan melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian perkara. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan rekonstruksi akan digelar menggunakan lokasi pengganti. "Namun kemungkinan menggunakan lokasi pengganti hanya 30 persen saja. Warga juga berjanji akan menyaksikan rekonstruksi dengan tertib," ungkap AKP Heru. (Ayu)