Sleman

Rawat Lovebird Mudah dan Menyenangkan


Tomi Sujatmiko | Sabtu, 27 April 2013 | 03:43 WIB | Dibaca: 3608 | Komentar: 1

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

OCEHAN lovebird dikenal mempunyai tampilan warnawarni bulu menawan. Selain tampilan fisiknya, trecetan suara
lovebird banyak yang senang. Seiring perjalanan waktu, jenis burung ini kian banyak dibudidayakan. Berbagai lomba ocehan juga menyertakan lovebird. Bahkan lomba khusus lovebird tengah dirintis beberapa pihak.

Pembudidaya lovebird asal Surawangsan, Margorejo, Tempel, Sleman, Arif Fauzi, mengungkapkan, warna bulu lovebird ikut mempengaruhi harga. Saat ini jenis lutino, yakni bulu warna kuning bersih, bagian kepala merah dan mata merah dibanderol paling mahal. Warna bulu lainnya seperti perpaduan hijau, kuning dan merah. ”Untuk kelas yang dilombakan, kriteria suara lebih diutamakan dibanding warna bulu,” papar Arif saat ditemui di rumahnya, baru-baru ini.

Lovebird hasil penangkarannya biasa langganan juara dalam lomba ocehan, misalnya yang diberi nama Predator dan Green Devil. Beberapa waktu lalu Green Devil dibeli penggemar ocehan asal Kalimantan. Kualitas lovebird kelas lomba antara lain dipengaruhi perawatan sehari-hari, faktor genetik (keturunan) serta kepiawaian memaster. Master yang cocok seperti kenari, sanger dan blackthroat. Dengan trik ini diharapkan trecetan
suara lovebird kian bervariasi, durasinya panjang dan speed rapat.

Tak kalah penting, sering diikutkan latihan bersama (latber) akan menjadikan mental lovebird kian bagus. Dalam perawatan sehari-hari, bapak satu anak ini banyak dibantu adik ipar. Istrinya, Dewi F, juga biasa membantu seperti memberi pakan/minum, menjemur pada pagi hari dan membersihkan kandang. Pakan rutin sehari-hari antara lain campuran biji milet, otek, biji sawi, dan biji bunga matahari. Dapat diberi juga
pakan tambahan wujud sayuran, misalnya kangkung dan selada. "Merawat lovebird tidak repot. Apalagi warna-warni bulu lovebird selalu menyenangkan untuk dilihat seperti didominasi warna hijau, kuning, biru, dan putih,” tandas Dewi.

Membantu Menyuapi

Ditemui terpisah, pembudidaya lovebird asal Semarangan, Sidokarto, Godean, Sleman, Prima Tri Aditya, membudidayakan lovebird sejak 2009. Setiap ada pasangan lovebird sudah mempunyai anak, segera diambil. Anakan ditempatkan pada sangkar tersendiri dengan diberi lampu. Cara memberi pakan anakan yang dipisah dari induknya, yakni disuapi dengan bubur bayi. Istrinya, Titi Oktarini, pun biasa membantu menyuapi anakan-anakan lovebird. ”Anakan lovebird disuapi manusia biasa disebut hand feed. Cara seperti ini bisa membantu mempercepat indukan berproduksi lagi,” ungkap Prima.

Sepasang lovebird satu tahap bertelur, terdiri antara tiga sampai enam butir. Bisa menetas semua maupun sebagian. Sebelum anakan lovebird umur satu bulan, rutin disuapi rata-rata empat kali/hari. Satu bulan ke atas cukup tiga kali/hari dan di atas 45 hari bisa disuapi dua kali/hari. Setelah umur dua bulan, umumnya anakan lovebird sudah makan sendiri dan bisa dijual-belikan. Kualitas dan warna bulu biasa (tidak istimewa), anakan umur dua bulan dibanderol rata-rata Rp 450.000/ ekor.

”Sekarang ini harga lovebird sedang bagus-bagusnya. Apalagi mempunyai jenis lutino, warna bulu kuning bersih, kepala merah, dan matanya merah akan banyak dicari pembeli. Harganya tinggi, tapi juga rawan dicuri,” tambahnya. (Sulistyanto)

Sudah diterbitkan di SKH Kedaulatan Rakyat rubrik Kandha Raharja Edisi Janus (04/04/2013)