Kriminal

PERKOSAAN-PEMBUNUHAN-PEMBAKARAN SISWI SMK

Oknum Polisi Ikut Memperkosa?


Ahmad Lutfie | Rabu, 24 April 2013 | 04:41 WIB | Dibaca: 4604 | Komentar: 4

Orangtua korban perkosaan-pembakaran. (Foto: Wahyu Priyanti)

SLEMAN (KRjogja.com) - Hrd, salah seorang tersangka pembunuhan, perkosaan dan pembakaran siswi SMK YPKK 3 Sleman Riya (17), ternyata oknum polisi berpangkat brigadir. Hingga saat ini peran tersangka masih didalami penyidik.

Namun sebelumnya, Polres Sleman mengatakan pelaku berinisial Hrd adalah tersangka yang menyuruh membakar mayat korban. Ia juga ikut memperkosa siswi SMK tersebut di rumah kosong milik nenek tersangka lain, Yn di Gatak, Kalasan.

Hanya saja, pada Senin (22/4) lalu, Polres Sleman tidak menyebutkan apakah Hrd merupakan oknum polisi atau warga sipil. Hingga Selasa (23/4) malam, Kapolres Sleman AKBP Herry Sutrisman belum bisa dikonfirmasi terkait keterlibatan anggotanya.

Menurut sebuah sumber, Hrd adalah anggota tim khusus yang dibentuk Polsek untuk mengungkap kasus pembunuhan dan pembakaran terhadap Riya. Saat penemuan mayat korban dalam kondisi sudah tidak utuh karena dibakar di bulak persawahan Dusun Kringinan Selomartani Kalasan, Selasa (16/4) silam, tersangka Hrd juga ikut datang ke TKP.
 
Bahkan, ia juga yang mengaku menemukan sepeda motor Honda Vario Nopol AB 2991 QI milik korban. Meskipun ditemukan Kamis (11/4) atau dua hari setelah korban pergi dari rumahnya di Umbulmartani Ngemplak Sleman, namun kendaraan tersebut baru diberitahukan Hrd kepada orangtua korban pada Sabtu (13/4).

Ayah korban, Setyo Hidayat (48), mengaku curiga bahwa inisial Hrd seperti yang tertulis di media adalah oknum polisi yang menemukan sepeda motor anaknya. Kecurigaan juga muncul saat penemuan kendaraan Vario tersebut tidak langsung dilaporkan ke polisi, namun Hrd malah menghubungi istrinya, Rismiyati. Hrd berdalih, jika dilaporkan polisi urusan pengambilan motor akan bertambah ruwet. "Saat menelepon istri saya, ia juga mengaku sebagai anggota Polsek Kalasan," ujar Setyo di rumahnya.

Kecurigaan yang sama juga diungkap Rismiyati. Sebelum kasus pembunuhan putri pertamanya itu terungkap, Hrd terkesan mengulur-ulur waktu pengusutan kasus hilangnya korban. Ia menyebut, Hrd pernah berjanji akan meminta keterangan Yn, namun hal itu tidak segera dilakukan. Padahal kedua orangtua korban, curiga  Yn mengetahui keberadaan putrinya yang saat itu dilaporkan hilang. Bahkan kepada Rismiyati, Hrd juga pernah mengaku bahwa setiap ayah Yn, yakni Ca ada masalah, dirinya yang mengurus.

Terkait belum ditangkapnya Ca, Setyo mengaku ikut melakukan pencarian. Pencarian juga dilakukan pemuda setempat secara sukarela dengan menyebar foto Ca. Kabid Propam Polda DIY AKBP Eko Sumardianto saat dikonfirmasi mengatakan belum mendapat laporan resmi terkait dugaan keterlibatan anggota kepolisian. (Ayu)