Bantul

Kesadaran Buang Limbah di Saluran Irigasi Masih Rendah


Agus Sigit | Selasa, 2 April 2013 | 06:31 WIB | Dibaca: 481 | Komentar: 0

BANTUL (KRjogja.com) - Perilaku masyarakat mengalirkan atau membuang limbah rumah tangga ke saluran irigasi akan berdampak buruk pada lingkungan. Bahkan bila perilaku ini tidak segera diubah, dampak terburuk seperti banjir sebagai efek pembuangan limbah padat akan terjadi.

Sejauh ini pemerintah kesulitan melakukan penindakan lantaran, pembuangan limbah, tersebar di sejumlah titik.  "Sesuai Perda No 29 Tahun 2008, Tentang Irigasi, dilarang membuang benda padat, cair, berwarna, beracun berbau ke saluran irigasi," ujar Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Jaringan Irigasi, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bantul, Yitno ST, Senin (1/4).

Yitno mengatakan, selama ini memang sudah dilakukan pencegahan dengan berbagai imbauan, baik dilakukan langsung dan pemasangan larangan.  Namun menurut Yitno, hal tersebut kurang efektif lantaran kesadaran masyarakat  untuk tidak membuang limbah di saluran irigasi masih perlu ditingkatkan. “Sebuah aturan sulit ditegakkan selama masyarakat tidak punya kesadaran untuk mengindahkan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas SDA Bantul, secara keseluruhan di Bantul, terdapat 155 saluran irigasi primer dan sekunder.  Dari jumlah tersebut menurut Yitno tidak semua tercemar oleh limbah rumah tangga.  Meski begitu, kebiasaan menyalurkan limbah ke irigasi umum harus dicegah. Bila dalam tempo lama tidak dihentikan, bencana banjir bisa saja terjadi akibat banyaknya sedimen di dasar irigasi.(Roy)