Kedu Selatan

Kasus Pembunuhan, Warga Pamriyan Grudug Mapolres


Agus Sigit | Kamis, 14 Maret 2013 | 14:27 WIB | Dibaca: 1166 | Komentar: 1

Warga Pamriyan saat mendatangi Mapolres Purworejo. (Foto: Gunarwan)

PURWOREJO (KRjogja.com) – Terkait kasus pembunuhan terhadap Yulianto warga Desa Wonosido Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, warga masyarakat Desa Pamriyan juga kecamatan yang sama, Kamis (14/3) mendatangi Mapolres Purworejo. Mereka menyerahkan diri dan meminta ditahan bersama 12 warga lainnya yang sudah ditahan.

Warga datang ke Mapolres dengan menggunakan enam truk dan satu mini bus, terdiri anak-anak muda, orang tua, tokoh masyarakat, dan kaum prempuan.

Menurut wakil warga Fatkurohman, pembunuhan dan pembakaran terhadap korban Yulianto dilakukan secara massal dan semua warga Pamriyan merasa bertanggungjawab. Yulianto semasa hidupnya dinilai telah meresahkan warga. “Kami selama ini sangat resah terhadap ulah Yulianto, terlebih kaum perempuan. Kami seperti dijajah oleh satu orang, hingga kemudian kami melakukan pembunuhan secara massal,” kata Fatkurohman.

Jika Polres tidak mau menahan semua warga, mereka menuntut agar 12 warga yang kini ditahan untuk dikeluarkan.

Menangapi hal itu Kapolres Purworejo AKBP Muhammad Taslim Khoiruddin SIK MH mengatakan, penahanan terhadap 12 warga Pamriyan itu karena dalam pemeriksaan telah memenuhi unsur tindak pidana, sesuai dengan perannya dalam kasus pembunuhan itu. “Dan kami tidak mungkin menahan terhadap seseorang jika tidak memenuhi unsur itu,” tegasnya. (Nar)