Kedu Selatan

1.140 Lahan Pertanian Rawan Banjir


Yon Haryono | Rabu, 13 Maret 2013 | 12:46 WIB | Dibaca: 264 | Komentar: 0

t anggul Sungai Lereng yang rusak mengakibatkan banjir.Foto: Gunarwan

PURWOREJO (KRjoja.com) – Sekitar 1.140 hektare lahan pertanian di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Purworejo, rawan banjir. Bahkan sebagian diantaranya selama musim penghujan sudah dilanda banjir sehingga memaksa petani untuk melakukan tanam ulang.

“Banjir mengancam daerah kantung padi, karena kondisi lahan lebih rendah dari sungai. Sehingga saat sungai meluap, air langsung masuk ke sawah dan sulit mengalir lagi ke sungai,” kata Kepala Dinas Pengairan Purworejo Ir Susanto kepada KRjogja.com, Rabu (13/03/2013).

Lahan pertanian yang sangat rawan banjir itu diantranya untuk daerah kantung padi seperti di Kecamatan Butuh, Grabag, Ngombol, dan Purwodadi, dan daerah pertanian lainnya seperti di Kecamatan Kemiri dan Butuh. “Kecamatan Grabag lebih parah karena di wilayah itu ada Sungai Lereng yang dekat dengan muara di laut selatan,” jelas Susanto.

Kendala yang dihadapi untuk mengatasi banjir, selain kondisi tanggul sungai lereng yang rusak, bahkan beberapa bagian sangat rendah dan hampir rata dengan sawah. “Disamping itu juga pendangkalan sungai yang sangat parah karena disaat air laut pasang, masuk ke sungai membawa material pasir. Saat air surut, pasir tidak kembali ke laut sehingga terjadi pendangkalan,” tegas Susanto.(Nar)