Politik & Hukum

Kesejahteraan Pemicu Konflik TNI-Polri


Agus Sigit | Sabtu, 9 Maret 2013 | 09:22 WIB | Dibaca: 461 | Komentar: 0

Ilustrasi. Foto: Dok

JAKARTA (KRjogja.com) - Meskipun sama-sama bertugas untuk menjamin keamanan negara dan masyarakat namun, bukan rahasia lagi apabila kesejahteraan TNI jauh di bawah Polri. Hal inilah yang sering memicu terjadinya konflik maupun bentrok antara kedua institusi tersebut. 

Peristiwa terakhir terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dimana Polres di lokasi tersebut dibakar oleh oknum TNI yang kemudian bentrok fisik dengan Polri. Pemerintah diminta untuk segera bersikap tegas, untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi kembali.

Dalam waktu bersamaan, di tengah kondisi genting seperti ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) justru melakukan kunjungan ke Jerman dan Hongaria. Hal ini tentu sangat disesalkan oleh banyak pihak.

"SBY jangan hanya kasih pidato, harus mengecek langsung pasukan, mengawal dari minggu per minggu tentang reformasi di sektor keamanan. Jangan malah melihat pasukan Hongaria," kata Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar di Jakarta, Jumat (8/3/2013) malam.

Presiden SBY, kata Haris, juga harus membuat kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI, agar tidak menimbulkan keirian atau ketimpangan antara TNI dengan Polri dalam hal kesejahteraan."Sejahterakan prajurit-prajurit itu, kasihan mereka," tegasnya.

Selain itu, SBY juga harus mampu bersikap tegas terhadap seluruh peristiwa yang melibatkan Polri dan TNI. Terlebih kepercayaan masyarakat terhadap Polri belakangan sangat rendah. "Kan kepercayaan masyarakat pada Polisi rendah, maka Polri harus perbaiki diri," tutup Haris. (Okz/Git)