Sleman

LAPORAN VISUM BODONG

Direktur RSUD Anggap Sebagai Rekam Medis


Danar Widiyanto | Jumat, 1 Maret 2013 | 18:57 WIB | Dibaca: 686 | Komentar: 0

Ilustrasi. Foto: Dok

SLEMAN (KRjogja.com) - Direktur RSUD Sleman, dr Joko Hastaryo MKes menilai visum et reoertum yang dikeluarkan salah satu dokternya bukanlah sebagai visum. Kesimpulan sementara, surat keterangan dari RSUD Sleman ini dinilai sebagai rekam medis biasa.

Karena dalam format visum yang tak tertulis Pro Yustisia dan kata ‘Demikianlah visum et repertum ini dibuat dengan sebenarnya dengan menggunakan keilmuan yang sebaik-baiknya, mengingat sumpah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana’ dinilai hanyalah rekam medis biasa.

Sehingga pihaknya membenarkan telah menerima tembusan dari LSM PPI yang telah melaporkan dokternya terkait dikeluarkannya visum bodong. Setelah menerima tembusan, pihaknya langsung melakukan kajian dan pemanggilan terhadap dokter yang bersangkutan untuk klarifikasi lebih jauh.

“Sekilas saya mencermati visum yang dibuat dokter RSUD Sleman ini memang merupakan rekam medis biasa. Tetapi saya belum bisa menyimpulkan apapun karena tadi tak ikut dalam klarifikasi. Tetapi kalau benar visum tersebut dibuat tak sesuai aturan, tentunya kami akan menindaklanjuti,” tegas Joko Hastaryo.  (Usa)