Solo

Nasib Tenaga Honorer Belum Jelas


Danar Widiyanto | Jumat, 1 Maret 2013 | 12:41 WIB | Dibaca: 833 | Komentar: 1

Ilustrasi. Foto: Dok

SRAGEN (KRjogja.com) - Nasib tenaga honorer Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen kategori dua (K2) belum jelas, menyusul tidak adanya kepastian kapan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Badan Kepegawaian daerah (BKD) setempat masih menunggu kepastian dari pusat terkait kuota dan jadwal rekruitmen CPNS.

Kepala BKD Sragen, Budiyono kepada wartawan Jumat (1/3) mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya belum memperoleh kepastian terkait jumlah kuota pengangkatan CPNS dari kalangan tenaga honorer. Padahal, BKD sudah mengirimkan laporan terkait rasionalisasi kebutuhan pegawai. "Kami belum bisa memastikan pengangkatan CPNS dari tenaga honorer karena masih menunggu petunjuk dari pusat," ujarnya.

Kendati belum ada kepastian, namun Budiyono menjamin seluruh tenaga honorer K2 yang telah dinyatakan lolos verifikasi tingkat kabupaten sudah masuk datanya di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Jumlah tenaga honorer K2 Sragen yang dikirim ke BKN sebanyak 2.105 orang. Data itu merupakan final dari hasil verifikasi yang dilakukan inspektorat dan BKD tahun 2012. Mereka yang masuk kategori K2 tersebar di 20 instansi dengan jumlah terbanyak didominasi dari tenaga teknis lain, seperti guru, dan perawat.

Sementara, Ketua DPRD Sragen Sugiyamto mendesak Pemkab Sragen serius memperjuangkan nasib tenaga honorer untuk diangkat menjadi PNS. Desakan diungkapkan menyusul banyaknya kekosongan pegawai terutama guru tingkat Sekolah Dasar (SD) yang jumlahnya mencapai ratusan.

"Untuk pegawai di lingkungan satuan kerja (Satker) mungkin sudah kelebihan. Tapi khusus untuk guru SD jumlahnya masih sangat minim dan perlu diperjuangkan," ujarnya. (Sam)