Banyumas

SAAT SEKOLAH DIKENAL LUCU

Pratu Wahyu Dimakamkan, Dihembus Angin Kencang


Ahmad Lutfie | Sabtu, 23 Februari 2013 | 14:05 WIB | Dibaca: 596 | Komentar: 0

Tembakan salvo pada pemakaman Briptu Wahyu Prabowo. (Foto: Toto Rusmanto)

PURBALINGGA (KRjogja.com) - Angin kencang berhembus saat peti jenazah Prajurit Satu (Pratu) Wahyu Prabowo diangkat menuju pemakaman umum Desa Karanganyar kecamatan Karanganyar Purbalingga, Sabtu siang (23/2). Pucuk-pucuk pohon di sekitar rumah duka tampak meliuk-liuk diterpa angin.

Angin sempat berhenti berhembus ketika jenazah dalam perjalanan, dan kembali berhembus pelan saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.

Diiringi ratusan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandangmenjangan Kartosuro, Batalyon Infanteri 406 Candrakusuma Bojong, Komando Distrik Militer (Kodim) 0702 dan Pangkalan Udara (Lanud) Wirasaba Purbalingga, serta masyarakat sekitar, Pratu Wahyu Prabowo dimakamkan. Di bawah langit yang mendung, upacara pemakaman secara militer yang dipimpin Komandan Grup 1 Kopassus Serang Banten Kolonel Inf Saleh Mustafa itu berlangsung khidmad.

Seorang kawan almarhum Wahyu Prabowo, Ariyanti menuturkan, semasa sekolah Wahyu tergolong siswa yang suka melucu dan jenaka. Gerak-geriknya jauh dari kesan macho.

"Itu sebabnya, kawan-kawannya banyak yang heran. Bagaimana bisa orang yang lucu bisa masuk dunia militer. Apalagi ini di Kopassus yang notabene merupakan kesatuan tempur," ujar Ariyanti.


Anak bungsu pasangan Sastro Wiharjo dan almarhumah Chomsiyah baru lima tahun menjadi anggota TNI AD. Kesatuan terakhirnya di Kopassus Grup I Serang Banten. Wahyu meninggal pada usia 24 tahun.�� (Rus)