Gunungkidul

Gunungkidul Kekurangan 1.000 Guru SD


Agus Sigit | Sabtu, 2 Februari 2013 | 08:45 WIB | Dibaca: 1385 | Komentar: 1

Ilustrasi. Foto: Dok

WONOSARI (KRjogja.com) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Gunungkidul kini sedang mencari solusi terhadap kekurangan guru SD sebanyak 1.000 orang. Salah satu wacana yang dimunculkan Kepala Bidang Perencanaan Johan Maprantya SH memfungsikan sekitar 800 guru Taman Kanak-kanak (TK) PNS, yang kini mengajar di sejumlah TK swasta di Gunungkidul

Menurut Johan, untuk memenuhi standar kurikulum proses pembelajaran untuk kelas I, II dan III SD dan pendekatan tematik yang memenuhi syarat guru TK. ”Jika guru TK dialihfungsikan mengajar di SD dinilai sudah tidak ada masalah,” ucapnya, Jumat (1/2). Solusi lain, kekurangan guru dengan dilakukan regrouping untuk sekolah yang minim siswa dengan sekolah didekatnya. ”Hal ini perlu segera dilakukan untuk mengatasi kekurangan guru SD karena sebagian besar memasuki purna tugas,” ujarnya.

Wacana dilontarkan Johan tersebut direspons positif Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) I Ketut Santosa SE MSi. Pada prinsipnya pihaknya tidak keberatan untuk mengalihfungsikan para guru TK menjadi guru SD. Saat ini baru dibahas diantara jajaran BKD Gunungkidul dan segera dikoordinasikan dengan sekda dan bupati.

Menurut Ketut Santosa, meskipun 2013 ini moratorium perekrutan CPNS sudah berakhir, namun Pemkab Gunungkidul tetap belum bisa melakukan pengisian CPNS termasuk guru, akibat terkendala APBD yang hampir 70 persen untuk belanja tidak langsung. Sementara daerah lain bisa mengangkat PNS jika antara belanja langsung dan tidak langsung seimbang, yakni masing-masing sebesar 50 persen . Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ir Imam Taufik berkomentar, boleh-boleh saja mengalihfungsikan guru TK menjadi guru SD, asalkan tidak merugikan TK. Dalam arti, dalam satu TK terdapat lebih dari dua guru sehingga diambil salah satu guru untuk diberdayakan menjadi guru SD. (Awa)

Berita selengkapnya baca harian Kedaulatan Rakyat, Sabtu (02/2).