Sleman

Sleman Masih Kekurangan 484 Guru


Ivan Aditya | Jumat, 1 Februari 2013 | 22:21 WIB | Dibaca: 827 | Komentar: 0

Ilustrasi. (Foto : Dok)

SLEMAN (KRjogja.com) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman masih kekurangan 484 guru di tingkat SD hingga SMK. Untuk mengatasi itu, sekolah terpaksa melanggar aturan dengan cara mengangkat guru honorer.

Kabid Pembinaan Tendik Disdikpora Drs Tri Pujantoro mengatakan, kekurangan guru itu terjadi untuk guru kelas SD 240 orang, guru penjaske SD 190 orang, guru mata pelajaran kompeter di SMP dan SMA 30 orang, serta mata pelajaran Bahasa Inggris 24 orang. Sementara untuk guru mata pelajaran IPA, IPS, PKn dan Bahasa Indonesia di tingkat SMP dan SMA jutru kelebihan. Selain itu guru TK juga kelebihan, karena TK negeri di Sleman hanya ada 5, tapi jumlah gurunya mencapai 700 orang, sehingga sisanya diperbantukan ke TK swasta.

"Meskipun ada kelebihan guru di mata pelajaran tertentu, tidak bisa langsung dipindah. Karena untuk jenjang guru SMP dan SMA itu ada sertifkat pendidik yang berkaitan dengan tunjangan profesi," kata Tri Pujantoro di kantornya, Jumat (01/02/2013).

Kekurangan guru ini menjadi persoalan yang dilematis. Dalam satu sisi, sekolah tidak boleh mengangkat guru honorer. Namun dalam sisi lain, sekolah dituntut menyediakan pendidik.

"Akhirnya sekolah tetap mengangkat guru horoner untuk memenuhi tenaga pendidik. Meskipun sekolah tahu itu menyalahi aturan. Tapi kalau sekolah tidak menyediakan juga salah, karena dalam undang-undang sekolah wajib melayani pendidikan," jelasnya.

Permasalah sekolah pendidikan dasar juga belum selesai disitu. Dalam memberikan honor atau gaji, aturan dana Bantuan Operional Sekolah (BOS) yang mengisyaratkan tidak leluasa mengangkat guru honorer. Hal itu dikarena keterbatasan aturan.

"Akibatnya guru honorer itu mendapatkan gajinya tidak bisa besar. Namun selain gaji sekolah, guru honorer yang memenui syarat juga mendapat tunjangan fungsioanl, fasilitasi dari Pemkab Sleman dan insentif dari DIY," terangnya. (R-13)