Kedu Utara

Tak Masuk Jamkesmas, Datangi Dinkes


Yon Haryono | Selasa, 29 Januari 2013 | 20:15 WIB | Dibaca: 317 | Komentar: 0

Perwakilan POPTI datangi Dinkes. Foto: Bagyo Harsono

 

MUNGKID (Krjogja.com) – Beberapa perwakilan anggota Perhimpunan Orang tua Penderita Talasemia Indonesia (POPTI) Magelang, mengadu ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Selasa (29/1). 
 
Hal itu dilakukan, karena mayoritas diantara mereka tidak masuk dalam jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) 2013. Padahal, anak-anak mereka seumur hidup harus trasfusi darah dan minum obat-obatan tertentu setiap bulannya. Sementara biaya untuk itu, membutuhkan sekitar Rp 8,5 juta per bulannya.
 
“Terus-terang, jika tidak masuk jamkesmas kami sangat keberatan. Dari mana kami mencari uang Rp 8,5 juta itu. Padahal, banyak diantara kami (POPTI) yang tidak miliki pekerjaan tetap. Mayoritas kami adalah buruh swasta,” kata Didik Ridwan Prajoko (43) warga Tirtosari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
 
Hal senada dikatakan Lilis Herawati, Ketua POPTI Magelang. “Dari 85 anggota POPTI di Magelang, tercatat ada lebih dari 15 yang tidak memiliki jamkesmas tahun 2013 ini. Namun jumlah itu masih mungkin bertambah, karena ada yang belum laporan. Prinsip, kami sangat membutuhkan Jamkesmas itu. Jampeltas yang diberikan pemerintah, tidak bisa digunakan untuk penyakit komplikasi para penderita talasemia,” imbuhnya.
 
Kepala Bidang Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes setempat, Aman Mkes didampingi Kepala Seksi Pembiayaan dan Jaring Kesehatan, dr Sunyoto akan menampung dan melaporkan ke Kementrian Kesehatan terhadap anggota POPTI yang belum masuk atau menerima Jamkesmas tersebut. “Pada prinsipnya, kami terima laporan mereka. Kewenangan kami hanya sampai disitu. Untuk selanjutkan, laporan itu akan kami laporkan ke pusat agar ditindaklanjuti,” tandasnya.(Bag)