Kota Yogyakarta

Dinkes Bentuk Pokja Demam Berdarah


Danar Widiyanto | Selasa, 29 Januari 2013 | 10:59 WIB | Dibaca: 294 | Komentar: 0

Ilustrasi. Foto: Dok

YOGYA (KRjogja.com) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah membentuk kelompok kerja (pokja) demam berdarah. Pokja ini untuk mengantisipasi meningkatnya kasus demam berdarah di Kota Yogya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tuty Setyowati menerangkan, Gubernur DIY sudah membuat surat imbauan ke daerah untuk penanggulangan penyebaran demam berdarah. Hal ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dengan membuat Surat Edaran (SE) ke seluruh puskesmas, kecamatan hingga kelurahan.

"Sudah kami bentuk tim atau kelompok kerja (pokja) demam berdarah. Anggotanya dari berbagai instansi supaya penanganannya bisa maksimal," ujar Tuty, Selasa (29/01/2013) di Yogyakarta.

Ia mengaku sudah mengumpulkan seluruh kepala puskesmas di Kota Yogyakarta, dan akan mengumpulkan seluruh pertugas survei lapangan hari ini. Harapannya, para petugas tersebut dapat bergerak bersama tim pokja dalam menekan angka penyebaran demam berdarah, terutama untuk mendatangi kelurahan-kelurahan yang endemik demam berdarah dan melakukan pembinaan.

"Dibanding kabupaten lain di DIY, penderita demam berdarah di Kota Yogyakarta  yang paling tinggi. Hingga kemarin (Senin, 28/1) sudah tercatat 54 penderita, namun belum ada yang meninggal dunia," paparnya.

Tuty menambahkan, dalam memberantas nyamuk penyebab demam berdarah, pihaknya tidak akan mengandalkan metode penyemprotan atau fogging. Penggunaan abate juga tidak akan menjadi gerakan massal. Pasalnya, dengan fogging maupun abate justru akan membuat nyamuk menjadi semakin kebal atau resistan. "Sekarang justru akan kami gerakkan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk. PSN jauh lebih efektif dibanding fogging atau abate," imbuhnya.

Oleh karena itu, masyarakat kini juga diminta memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga lingkungannya. Terutama dalam membersihkan barang atau titik yang menjadi genangan air sesudah hujan. "Begitu juga dengan bak mandi, harus selalu rutin dikuras supaya tidak tumbuh jentik nyamuk," pungkasnya. (Den)