Kota Yogyakarta

Hotel Bertambah, Okupansi Perhotelan DIY Stabil


Agus Sigit | Selasa, 22 Januari 2013 | 09:45 WIB | Dibaca: 504 | Komentar: 0

Ilustrasi. Foto: Dok

YOGYA (KRjogja.com) - Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyatakan rata-rata tingkat hunian hotel makin membaik hingga mencapai 80 persen. Hal ini membuktikan meskipun menjamurnya hotel di DIY tiap tahunnya tidak membuat okupansi turun tetapi terus tumbuh.

"Kabar yang menggembirakan bagi pelaku bisnis perhotelan DIY meski banyak hotel yang dibangun. Namun rata-rata tingkat keterisian kamar hotel selama 2012 masih tinggi dari 2011 lalu yang rata-rata hanya 70 persen," ujar Ketua PHRI DIY, Istijab M Danunegara di Yogyakarta, Selasa (22/1)

Istijab menjelaskan untuk hotel yang berada di area ring satu yakni sekitara Malioboro, Jalan Mangkubumi dan Tugu  mencapai 85 persen. Sedangkan untuk ring dua yakni di area Jalan Affandi, Jalan Laksda Adisutjipto dan sekitarnya, rata-rata okupansi di 2012 mencapai 75 hingga 80 persen.

"DIY masih diminati sebagai tujuan wisata, pada saat peak season, terlihat sekali kita masih kekurangan kamar padahal jumlah hotel sudah bertambah" ungkapnya.

Ditambahkannya tidak hanya ring satu dan dua saja yang memiliki rata-rata okupansi cukup tinggi. Namun di ring 3 seperti misalnya Hotel Grand Quality, Hotel Jayakarta, Hotel Sahid Raya dan hotel-hotel lainnya di sekitar wilayah tersebut selama 2012 lalu, okupansi pun tergolong cukup baik yakni mencapai 70 persen.  Sementara untuk ring empat seperti misalnya Kaliurang dan kawasan wisata pantai Parangtritis berada di okupansi 50 persen.

"Secara umum okupansi selama 2012 lalu sangat bagus. Karena untuk menutup operasional, paling tidak hotel harus memiliki okupansi sekitar 50 persen jadi sudah BEP-lah," tutupnya. (Fir)