Solo

Gedung BI Solo Kembali ke Bentuk Asli 'De Javasche Bank'


Agus Sigit | Selasa, 22 Januari 2013 | 09:22 WIB | Dibaca: 788 | Komentar: 0

Gedung BI Solo di jalan Jendral Sudirman. (Foto: Qomarul H)

SOLO (KRjogja.com) - Bangunan lama kantor Bank Indonesia (BI) Solo diupayakan kembali pada bentuk asli "De Javasche Bank", gedung bank sentral jaman Belanda. Sejumlah bangunan tambahan yang ada di sekitarnya kini telah dihilangkan.

"Kami sudah membersihkan bangunan tambahan pada Gedung BI lama, sehingga yang ada sekarang tinggal induk bangunan asli “De Javasche Bank”," jelas Kepala Perwakilan BI Solo, Doni P Joewono kepada wartawan.

Ia menyatakan siap melakukan konservasi bangunan gedung BI lama sebagai bangunan heritage. Gedung dengan gaya neo klasik yang dibagun sekitar 1890 dilestarikan serta didedikasikan kepada pemerintah dan masyarakat sebagai salah satu icon? boulevard Jalan Jenderal Sudirman Solo.

Langkah itu dilakukan, setelah BI Solo memiliki gedung baru. Bangunan gedung lama, dikembalikan ke bentuk aslinya. Gedung tersebut merupakan peninggalan bank sentral jaman Belanda yang disebut “De Javasche Bank”.

Doni menjelaskan? pihaknya telah mengajukan proses konservasi gedung ke Departemen Logistik BI Pusat, yang diperkirakan membutuhkan beaya milyaran rupiah. Menurut rencana, konservasi gedung kuno itu akan ditangani arsitek senior dari Jakarta, Hans Awal, yang selama ini dipercaya sebagai? arsitek gedung BI Solo yang baru.

“Prosesnya bisa berjalan sampai setahun ini, karena kami harus merunut sejarah tentang Gedung tersebut, guna mengembalikan ke bentuk aslinya," jelasnya. Dicontohkan mengenai bagian plafon harus dibenahi, begitu pula fungsi ruang yang ada dikembalikan sesuai aslinya sebagai bank sentral jaman Belanda.

Konservasi gedung BI Solo akan diarahkan sebagai Museum BI dan perpustakaan, melengkapi aset BI secara nasional yang telah memiliki Museum BI di Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. (Qom/Hut)