Solo

Pimpinan Ponpes Dapat Akses Situasi Kamtibmas


Agus Sigit | Jumat, 4 Januari 2013 | 10:44 WIB | Dibaca: 479 | Komentar: 0

Kapolres didampingi Wakapolres tengah menerangkan situasi Kamtibmas selama tahun 2012. (Foto: Taslim )

GROBOGAN (KRjogja.com) – Pimpinan Pondok Pesanten (Ponpes) di Kabupaten Grobogan akan mendapat akses tentang informasi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dari Polres setempat. Informasi Kamtibmas tersebut akan dikirim melalui surat setiap sebulan sekali.

“Untuk langkah awal, telah kami kirim situasi Kamtibmas tahun 2012. Tujuannya agar para pimpinan Ponpes lebih tahu kondisi Kamtibmas di daerahnya. Setelah itu mereka diharapkan bisa menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas melalui ceramahnya kepada para santrinya dan masyarakat setempat,” kata Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo didampingi Wakapolres Kompol Anton Perda dan Kabag OPS Kompol Kelik Budiono, Jumat (4/1).

Selain pimpinan Ponpes, informasi perkembangan situasi Kamtibmas juga akan dikirim kepada tokoh agama lain, termasuk kepala sekolah, kepala desa (kades) hingga Ketua RW dan RT.

Diakuinya, kasus Kamtibmas dan Kamseltibcarlanlas di daerahnya selama tahun 2012 relatif tinggi. Tindak kriminalitas tercatat 204 kasus, sebanyak 187 diantaranya sudah diselesaikan. Penemuan mayat 53 kasus. Bunuh diri 27 kasus, kecelakaan kerja 9 kasus dan kebakaran 47 kasus.

Kemudian kecelakaan lalulintas sebanyak 738 kasus, sebanyak 698 kasus diantaranya sudah diselesaikan. Jumlah korban meninggal akibat kecalakaan lalulintas sebanyak 120 orang, luka berat 23 orang dan luka ringan 887 orang. Sedangkan pelanggaran lalulintas tercatat 23.670 kasus.

“Penyebab gangguan Kamtibmas diantaranya disebabkan masalah ekonomi, kurangnya pemahaman tentang ajaran agama dan lingkungan pergaulan. Kasus bunuh diri disebabkan karena faktor ekonomi, menderita penyakit yang tak kunjung sembuh, asmara, gangguan jiwa, dan kurangnya pemahaman tentang ajaran agama. Sedangkan penyebab kasus kecelakaan lalulintas antara lain karena faktor manusia, kendaraan, jalan, dan faktor alam,” terang kapolres. (Tas)