Bantul

Saat Musim Hujan, Sayuran Juga Perlu Disemprot


Danar Widiyanto | Selasa, 1 Januari 2013 | 02:18 WIB | Dibaca: 470 | Komentar: 0

Ilustrasi. Foto: Dok

BANTUL (KRjogja.com) - Saat musim penghujan, banyak petani merasa mudah mendapatkan air dalam membudidayakan tanaman sayuran. Beberapa harga sayuran pun bisa meningkat harganya saat dijual pada musim penghujan.

Namun, diakui penjual bibit tanaman sayuran asal Sedayu Bantul, Tri Daryanti, sejumlah tantangan dan kendala sering dihadapi pada musim penghujan. Sehingga, hasil panenan tak maksimal ataupun bisa memicu menurunnya mutu produk sayuran. Adapun perubahan fisik yang muncul akibat hujan bagi lingkungan tumbuh tanaman seperti meningkatnya kelembaban udara dan meningkatnya kandungan air dalam tanah.

“Kedua hal ini dapat mempercepat perkembangan patogen baik jamur maupun bakteri serta terganggunya keseimbangan nutrisi tanaman di dalam tanah,” papar Tri, Senin (31/12).

Guna mencegah maupun melawan serangan penyakit seperti jamur, maka tanaman sayuran serta hortikultur pada umumnya perlu rutin disemprot menggunakan fungisida. Sedang pupuk yang rutin diberikan sebaiknya mempunyai kandungan kalium tinggi antara lain KCl. Dengan kandungan kalium yang mencukupi akan mendukung daya tahan tubuh tanaman.

Hal senada diungkap pemilik usaha pembibitan sayuran asal Mlati Sleman, Sugeng. Khusus pupuk dengan kandungan N tinggi sebaiknya dikurangi.  Sedangkan yang cocok, yakni  ditambah atau semakin diperbanyak pupuk  dengan kandungan kalium maupun phospat.  “Sebaiknya juga diberi mulsa plastik agar mampu mencegah munculnya gulma berwujud rumput di sekitar tanaman,” tandas Sugeng. (Yan)