Kota Yogyakarta

Pengerjaan Gedung Unit VI Melebihi ‘Deadline’


Ivan Aditya | Kamis, 27 Desember 2012 | 12:45 WIB | Dibaca: 378 | Komentar: 0

Gedung Unit VI Balaikota Yogyakarta. (Foto : Deni Hermawan)

YOGYA (KRjogja.com) - Pembangunan Gedung Unit VI di kompleks Balaikota Yogyakarta hingga kini tak kunjung usai, padahal ‘deadline’ pengerjaan tersebut sudah harus rampung pada tanggal 20 Desember 2012 lalu. Atas keterlambatan tersebut Forum Pemantau Independen (FORPI) Kota Yogyakarta mendesak agar pemkot memberikan sanksi tegas bagi rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

"Kita minta rekanan yang tidak taat harus diberi sanksi. Ini harus diterapkan secara tegas agar di kemudian hari agar tidak terjadi lagi," tegas anggota FORPI, Unang Shio Peking di Yogyakarta, Kamis (27/12).

Ia mengungkapkan, sudah ada laporan dari masyarakat terkait keterlambatan pengerjaan proyek ini. Pihaknyapun sudah melakukan konfirmasi terhadap beberapa pihak terkait, diantaranya Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota Yogyakarta.

"Secara teknis kita ingin melihat bagaimana prosedur dilaksanakan. Dari situ kami dapat menyimpulkan bahwa lambatnya pengerjaan karena pengawasan di sisi teknis yang lemah dan juga komitmen rekanan yang lemah," imbuhnya.

Ia mengaku, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan terkait molornya proyek ini. Keterlambatan ini menurutnya perlu menjadi hal yang dicermati serius oleh walikota. "Semoga ini bisa menjadi 'entry point' bagaimana Pemkot Yogyakarta kedepan bisa bekerja dengan lebih baik," pungkasnya.

Seperti diketahui pihak ketiga yang terlibat dalam proyek ini diantaranya PT Wahyu Prima sebagai pelaksana, PT Dieng Agung sebagai konsultan perencana dan PT Arsitektonik Tajuk Rekayasa sebagai konsultan pengawas. Nilai kontrak proyek ini sebesar Rp 6,8 miliar,dengan masa pengerjaan 165 hari. (Den)