Kota Yogyakarta

Parkir Jadi PR Pemda DIY dan Pemkot


Agus Sigit | Senin, 19 November 2012 | 03:44 WIB | Dibaca: 470 | Komentar: 0

Ilustrasi. Foto: Dok

YOGYA (KRjogja.com) - Persoalan parkir menjadi keprihatinan sejumlah paguyuban komunitas Malioboro. Di musim liburan, lahan parkir tidak bisa menampung kendaraan wisata, hingga lalu lintas macet dan semrawut. Hal itu menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Daerah DIY dan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta.

Ketua Paguyuban Parkir Malioboro Ananto Utomo mengatakan, lahan parkir Malioboro sudah tidak memenuhi persyaratan. Saat musim libur, parkir tidak bisa menampung kendaraan wisata, sehingga kondisinya semrawut dan meluber ke parkir bus wisata. ”Pemda maupun Pemkot perlu menambah lahan parkir agar arus wisatawan bisa ditampung dan mereka bisa berwisata di Malioboro dengan nyaman dan aman,” katanya saat Kunjungan Kerja dan Penjaringan Aspirasi Masyarakat oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI GKR Hemas, di Kantor Dinas Pariwisata DIY, belum lama ini.

GKR Hemas juga menekankan perlunya penataan dan penertiban parkir bus pariwisata. Permaisuri Sultan Hamengku Buwono X ini mengeluhkan bus pariwisata yang diparkir hingga kompleks Kraton, sehingga menghalangi arus keluar masuk kendaraan di Kraton. ”Kenapa bus sampai masuk area sekitar Magangan? Saya kalau mau pulang ke rumah susah karena bus menghalangi jalan. Ngarsa Dalem memang tak pernah melarang, tapi kami mau keluar masuk susah, harus lewat belakang. Penataan parkir jadi pekerjaan rumah (PR ) besar Pemda dan Pemkot,” katanya. (Bro)

Selengkapnya Baca Harian Kedaulatan Rakyat, Senin (19/11) esok.