Industri Kreatif

Budidaya Kambing Gibas Cerah


Tomi Sujatmiko | Jumat, 16 November 2012 | 03:13 WIB | Dibaca: 2885 | Komentar: 0

Kambing gibas milik Yamino (Foto: Sulistyanto)

KEBUTUHAN daging kambing atau indukan di masyarakat tetap tinggi. Hal itu tidak hanya terlihat saat Hari Raya Idul Adha kemarin. Menjamurnya bisnis kuliner dan ritual keagamaan di Yogyakarta menjadi pendorong meningkatnya hewan ternak ini.

Kondisi ini pula yang mengilhami Yamino, Warga Brontokusuman untuk mengembangbiakkan kambing gibas. Menurutnya kambing gibas memiliki bulu pendek dan menyukai rumput atau dedaunan. "Diberi pakan komboran seperti campuran bekatul dan kulit kedelai akan mempercepat pertumbuhan kambing," kata Yamino kepada KRjogja.com, Kamis (15/11/2012).

Menurut Yamino budidaya kambing gibas cukup menggiurkan karena setiap induk betina kambing gibas bisa memiliki keturunan satu sampai empat ekor. Bahkan, saat anak disapih pada usia tiga bulan, induk betina sudah siap kawin lagi dengan masa mengandung (bunting) rata-rata enam bulan. "Perkembangan kambing gibas lumayan cepat, sehingga bisa menjadi usaha yang punya prospek cerah," tandasnya.

Yamino menjelaskan sejak tahun 2010 membeli satu induk kambing gibas dan sudah melahirkan beberapa anak. Sampai saat ini sudah berkembang menjadi 20 ekor anak. Setelah menunggu sampai berkembang, anak kambing dewasa itu sudah dijual saat Idul Adha, Aqiqah atau keperluan lain.

"Insya allah, Idul Adha tahun depan mampu menjual tiga ekor kambing gibas jantan yang sudah cukup memenuhi syarat," ujarnya. (Yan)




STIW WW