Kedu Utara

Labu Varietas Golden Mama


Yon Haryono | Senin, 5 November 2012 | 17:35 WIB | Dibaca: 830 | Komentar: 0

Labu Golden Mama, yang dikembangkan Teguh Suprayitno.Foto: Bagyo Harsono

MUNGKID (KRjogja.com) - Budidaya labu jenis ‘Golden Mama’ yang merupakan varietas baru dari buah labu sejenis waluh (cucurbita), ditenggarai cukup prospektif dimasa yang akan datang. Apalagi, labu jenis ini tidak hanya untuk bahan baku kolak, tapi juga bisa digunakan sebagai bahan baku roti/kue dan pembuahan pudding.

Teguh Suprayitno (51) petani Dusun Pancar II, Desa Ngampeldento, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, yang mencobamembudidayakannya. Labu Golden Mama, kata Teguh,  memiliki warna kuning hingga oranye dan memiliki garis tengah 13-20 cm.

“Untuk kulit buahnya halus dan tidak memiliki lekukan seperti umumnya labu, dengan garis-garis vertikal kuning mencolok,”katanya.

Dikatakan, labu ini pertumbuhannya cepat, kuat dan mudah perawatannya. Sehingga cocok ditanam di dataran menengah sampai tinggi. Berat buah rata-rata 1 – 1,5 kg/buah. “Daya simpan buah ini, minimal 40 hari setelah panen. Umur panen sekitar 80 hari setelah pindah tanam dengan potensi hasil sekitar 9 kg/tanaman atau dapat berbuah 2-6 buah per tanaman,” terangnya.

Menurut Teguh, labu atau waluh merupakan bahan pangan yang kaya vitamin A, B, dan C, mineral, serta karbohidrat. Daging buahnya mengandung antiokisidan sebagai penangkal pelbagai jenis kanker.

“Sifat labu yang lunak dan mudah dicerna serta mengandung karoten (pro vitamin A) cukup tinggi, serta dapat menambah warna menarik dalam olahan pangan lainnya. Tetapi, sejauh ini pemanfaatannya belum optimal,” kata sarjana. (Bag)