Kota Yogyakarta

Harga Daging Ayam 'Naik Daun', Pedagang Mengeluh


Danar Widiyanto | Rabu, 26 September 2012 | 11:05 WIB | Dibaca: 557 | Komentar: 0

Ilustrasi. Foto: Dok

YOGYA (KRjogja.com) - Harga komoditas daging ayam broiler dibeberapa pasar tradisional Yogyakarta kian melonjak drastis dari Rp 24.000 kini mencapai Rp 29.000 atau naik Rp 5000 per kilogramnya. Kenaikan ini dipicu pasokan daging ayam yang terbatas di tingkat pedagang karena banyak peternak yang tidak berproduksi banyak pasca lebaran.

"Harga daging ayam broiler sudah mulai bergejolak naik selama 4 hari ini yang semula hanya naik menjadi Rp 26.000 hingga Rp27.000 per kilogram, kini sudah tembus Rp 29.000 per kilogram," ujar Pedagang daging ayam, Siti di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Rabu (26/9)

Siti menjeskan harga daging ayam broiler sudah mahal di tingkat peternak karena kelangkaan barang sebab pasca lebaran peternak tidak berproduksi maksimal.

"Kalau produksi normal, biasanya saya bisa menerima 8-9 ton daging per hari, kini hanya bisa terima 2 ton atau turun drastis pasokanya," katanya.

Ditambahkan pedagang daging ayam lainnya, Arif mengatakan dengan kenaikan harga daging ayam ini pada akhirnya juga menyebakan sepinya pembeli. Sejak harga naik beberapa hari ini penjualan turun drastis.

"Biasanya saya bisa jual 80 ekor ayam kini hanya 40 ekor ayam karena harganya naik tiap potongnya menjadi Rp 29.000 per kilogram," ungkapnya.

Menurutnya, kelangkaan barang ini terjadi karena pasca lebaran lalu, banyak peternak yang tidak berproduksi lagi padahal stok sudah sangat berkurang di Lebaran lalu.

"Semoga naiknya ini tidak akan terlalu lama, karena jika harga tinggi seperti sekarang maka konsumen enggan membeli," pungkasnya. (Fir)