Solo

TPM Laporkan Kasus MTA ke Kapolri


Danar Widiyanto | Rabu, 19 September 2012 | 19:01 WIB | Dibaca: 3885 | Komentar: 0

Dari kiri ke kanan, Achmad Mihdan, Mahendradata, pimpinan MTA Ustadz KH Drs Achmad Sukino. Foto: Andjar HW

SOLO (KRjogja.com) - Tim Pengacara Muslim (TPM) dipimpin oleh Mahendradata dan Ahmad Michdan melakukan investigasi terjadinya tindak kekerasan dan pengeroyokkan terhadap warga Majelis Tafsir Alquran (MTA) di tiga  kota yakni Kudus, Blora dan Dolopo, Madiun.

“Terjadinya fitnah disusul tindak pidana kekerasan ini harus dicegah sejak dini agar tidak muncul konflik horizontal seperti kasus Sampang. Hasil investigasi akan kami laporkan Kapolri, karena ada indikasi aparat berwenang melakukan pembiaran hingga meletus tindak kekerasan,” ujar Mahendradata di sela-sela pelaksanaan investigasi di gedung MTA Surakarta di Jalan Ronggowarsito, Solo, Rabu (19/9).

Menurut Mahendra kejadian di Kudus pada Sabtu (28/1), kemudian kasus di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora pada Sabtu (14/7).

“Yang paling parah terjadi di Blora perusakan sejumlah mobil dan sepeda motor juga panggung yang menurut rencana sebagai mimbar pengajian. Serta sejumlah warga MTA terkena lemparan batu,” tutur Mahendra.

Sementara Ketua Yayasan MTA Ustadz KH Ahmad Sukina dalam kesempatan itu membantah adanya sinyalemen yang
tidak jelas sumbernya yang mendiskreditkan MTA. “Masak banyak isue yang tidak jelas yang mengatakan seolah-olah MTA menghalalkan daging anjing, adanya perempuan berkerudung anggota MTA yang berjualan daging anjing. 

"Padahal itu tidak benar, MTA jelas dari namanya mengamalkan Al Quran dan Al Hadist,” tegas Ustadz Sukina yang siap melakukan dialog (Tabayun) bagi pihak-pihak yang masih ragu terhadap MTA dalam syiar agama Islam. (Hwa)