Politik & Hukum

Dua Pimpinan KPK Hambat Kasus Century?


Agus Sigit | Sabtu, 25 Agustus 2012 | 10:25 WIB | Dibaca: 339 | Komentar: 0

Ilustrasi. Foto: Dok

JAKARTA (KRjogja.com) - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardie, memperkirakan penyelidikan terhadap mega skandal bailout Bank Century bakal menemui jalan buntu.

Setelah mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, mengeluarkan testimoni bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengetahui soal pengucuran dana talangan itu, Adhie pesimistis penyidilikan Bank Century bisa menjerat pihak-pihak yang diduga memainkan dana senilai Rp 6,7 triliun tersebut.

"Pengusutan kasus Bank Century bakal gelap. KPK sendiri tidak akan berani mengungkap kasus itu," kata Adhie Massardie saat dihubungi, Jumat, (24/8/2012).

Menurut Adhie, internal Komisi Pemberantasan Korupsi, ada kecenderungan enggan mengungkap apakah ada indikasi korupsi di balik skandal tersebut. Adhie menyatakan dua Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto, tidak mungkin bersedia membuka kasus Bank Century. "Busyro Muqoddas punya utang budi dengan Partai Demokrat, sedangkan Bambang Widjojanto adalah bekas pengacara LPS," terang Adhie.

Adhie memperkirakan skandal Bank Century bisa terungkap apabila ada perubahan politik di puncak kekuasaan eksekutif. "Selama SBY masih menjadi presiden, tidak mungkin Century bisa diungkap. Sampai 2014, Century tidak bisa diungkap," katanya.

Namun, kata Adhie, skandal Century kemungkinan bisa diungkap apabila politisi DPR mengeluarkan kebijakan membentuk jaksa independen yang hanya punya satu tugas, yakni, mengusut Bank Century. Menurut Adhie, langkah kebijakan itu bisa menjadi solusi mengatasi kasus yang menghebohkan di tahun 2010 itu. "Kita harus dorong DPR membentuk jaksa independen yang mengusut kasus itu," terang Adhie. (Okz/Git)