Solo

Musnahkan Miras Didebatkan


| Senin, 6 Agustus 2012 | 17:23 WIB | Dibaca: 257 | Komentar: 0

SUKOHARJO (KRjogja.com)- Pemusnahan minuman keras (miras) oleh Polres Sukoharjo nyaris batal. Soalnya, sebelum acara dimulai terjadi perdebatan sengit saat semua pihak terkait lintas sektoral melakukan pertemuan. Beruntung, Kapolres Sukoharjo AKBP Ade Sapari yang memimpin pertemuan mengambil langkah tegas dengan tetap melaksanakan acara sesuai jadwal.

Pantauan dilapangan sekitar pukul 09.00 bertempat di ruang rapat Panjura Mapolres Sukoharjo, Senin (6/8) dilakukan pertemuan lintas sektoral. Acara tersebut dikhususkan untuk membahas persiapan operasi ketupat candi 2012.
Kapolres Sukoharjo AKBP Ade Sapari yang memimpin pertemuan membuka dengan paparan persiapan operasi ketupat candi. Salah satu yang disinggung yakni mengenai acara pemusnahan miras.

Usai kapolres melakukan paparan, masing masing pihak giliran memberikan keterangan. Pertemuan yang sebelumnya tenang sempat terjadi perdebatan sengit saat dibahas mengenai rencana pemusnahan miras.

Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo Dwi Tomo SH MHum dalam pertemuan tersebut menginggatkan kepada Polres agar tidak gegabah. Sebab dari pengalamannya dulu pernah ada polres yang digugat karena memusnahkan barang bukti. “Saya ingin tanya apakah ini barang bukti, sitaan atau temuan karena jangan sampai kejadian dari pengalaman saya terjadi di sini,” ujar Dwi Tomo.

Masih menurut Dwi Tomo apabila itu barang bukti maka miras tersebut tidak boleh dimusnahkan. Sebab akan dipakai untuk kelanjutan perkara di pengadilan. Apabila dimusnahkan maka kasus tersebut dianggap sudah tutup buku.

“Perda tentang miras itu mau tidak mau harus segera ada karena tidak ada cara lain untuk memberi efek jera sekaligus pegangan bagi kepolisia untuk menindak pelaku termasuk pemusnahan,” lanjutnya.

Anggota DPRD Sukoharjo Marsono yang hadir dalam pertemuan tersebut menimpali pernyataan Dwi Tomo. Pihaknya sependapat, Polres Sukoharjo jangan hanya formalitas dengan menyelenggarakan acara pemusnahan miras. Sebab apabila itu barang bukti yang dimusnahkan, tapi kasusnya atau penanganan perkaranya belum selesai maka akan sangat rawan.
“Miras dimusnahkan tapi perkaranya belum tuntas sama saja bohong, karena pelakunya bisa lepas apalagi di Sukoharjo juga tidak ada aturan hukum yang kuat khususnya keberadaan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang miras belum ada,” ujar Marsono.

Atas perdebatan sengit tersebut kemudian Kapolres Sukoharjo AKBP Ade Sapari mengambil alih kembali acara dengan tetap melaksanakan pemusnahan miras sesuai jadwal pukul 10.30 WIB. Menurutnya, miras yang dimusnahan tersebut merupakan barang sitaan dan temuan. Artinya miras yang dimusnahan tersebut hanya diambil sampel saja untuk dimusnahkan, sedangkan sebagian lagi dijadikan untuk bukti kelanjutan kasus di persidangan.

Polres Sukoharjo memusnahkan 12.833 liter miras dari berbagai jenis. Miras tersebut merupakan hasil Operasi Pekat Candi menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.(M-7)

 




STIW WW