Sleman

SISTEM PELAYANAN BERUBAH

Paguyuban Staf Notaris Demo di BPN


Agus Sigit | Rabu, 25 Juli 2012 | 17:34 WIB | Dibaca: 1244 | Komentar: 2

Para staf notaris saat menggelar aksi di BPN Sleman. (Foto: Saifullah Nur Ichwan)

SLEMAN (KRjogja.com) - Paguyuban Staf Notaris dan Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) di Sleman menggelar aksi demo di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sleman, Rabu (25/7). Mereka meprotes sistem pelayanan baru BPN yang membatasi jumlah berkas masuk.

Prasetyo, salah satu peserta demo mengatakan, perubahan sistem layanan itu dilakukan sejak 2 bulan lalu. Dalam satu hari, BPN membatasi berkas yang masuk yaitu hanya 30 antrian.

"Kalau dulu berapapun berkas yang masuk selalu diterima. Tapi sekarang harus dibatas. Bahkan untuk mengambil nomor antrian, kami harus antri sejak kantor belum buka. Pemberlakukan sistem itu juga tidak disosalisasikan kepada kami," katanya.

Menurutnya, di Sleman itu ada sekitar 200 notaris dan PPAT. Jika berkas yang masuk di BPN dibatasi, akibatnya berkas di notaris dan PPAT menjadi tambah banyak. "Coba bayangkan, kalau 1 PPAT itu satu akte, berapa berkas yang akan menumpuk. Padahal di BPN sendiri dibatasi. Kami sebagai staf ini mendapat tekanan dari atasan," tuturnya.

Kasubsi Tematik dan Potensi Tanah BPN Sleman Haris Susanto didampingi Kasusi Peralihan, Pembebanan Hak dan PPAT Riyadi SH saat dikonfirmasi menjelaskan, sistem tersebut tidak berubah, namun hanya pembatasan sementara. (M-4)