Solo

Pengusutan Penyerangan MTA Lamban, MUI Surakarta Protes


Agus Sigit | Senin, 23 Juli 2012 | 20:32 WIB | Dibaca: 933 | Komentar: 2

Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjima

SOLO (KRjogja.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta prihatin dengan kasus penyerangan pengajian Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA) di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Blora, Jumat (13/7) yang berakibat tujuh orang warga MTA luka-luka serta tujuh mobil dirusak. Selan itu pengusutan kasus ini juga dinilai berjalan lamban.

“Serangan itu melanggar UUD 1945 pasal 28 E ayat 2 Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai hati nuraninya,”ujar Ketua MUI Solo Prof Dr dr Zaenal Arifin Adnan usai acara berbuka puasa di RM Galeri Solo dengan KRjogja.com.Senin (23/7).

Terkait insiden yang terjadi di Blora, pihak MUI Surakarta dari hasil investigasi menemukan fakta bahwa serangan dilakukan secara terencana dan terorganisir. Tujuan serangan yang diduga dilakukan kelompok tertentu itu sengaja untuk menggagalkan pengajian umum MTA pada keesokan harinya, Sabtu (14/7).

Ketua MUI Surakarta yang juga dibenarkan oleh Ketua Umum Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA) Pusat Surakarta, Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukinayang juga hadir di acara, aparat kepolisian di lokasi terkesan melakukan pembiaran, sehingga muncul korban luka-luka terkena lemparan batu, perusakan mobil serta pembakaran panggung pengajian sehingga pengajian umum tidak bisa diselenggarakan.

Sementara itu Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjimain yang juga hadir di acara buka bersama , Senin (23/7) mengatakan pihaknya telah mendapat informasi kasus penyerangan pengajian itu menjadi atensi tersendiri oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Didiek Sutomo Triwidodo. “Karena lokasinya di Blora bukan kewenangan kami, namun mengacu pada kasus sejenis kasus perusakan dan penganiayaan apalagi akan dilakukan pengajian tentu menjadi atensi khusus untuk mempercepat penanganannya,”papar Kapolresta Solo. (Hwa)