Sleman

'Pepaya Orange Lady', Menguntungkan


Ahmad Lutfie | Senin, 23 Juli 2012 | 07:24 WIB | Dibaca: 1320 | Komentar: 1

Eko Purwono memperlihatkan hasil pertanian pepaya Orange Lady. Foto: Yusron Mustaqim

SLEMAN  (KRjogja.com) - Untuk meningkatkan penghasilan, petani di Karanggawang Mororejo Tempel Sleman kini mengembangkan pepaya Orange Lady. Dari hasil ujicoba ini hasilnya ternyata cukup menggembirakan.
Salah satu petani, Eko Purwono (35) mengatakan, pertanian buah pepaya asal California ini sangat potensial. “Sejak mulai menanam pepaya dari hasil ujicoba ini setiap pohon mampu menghasilkan 20 sampai 25 pepaya dengan berat 2 sampai 3 kg per biji,” ujarnya di sela persiapan panen, Minggu (22/7).
Sehingga dari lahan seluas 1.000 m2 dengan 150 batang pohon dalam kurun waktu penanaman pertama sampai 6 bulan dapat dipanen sebulan 2 sampai 3 kali dengan hasil  mencapai 80 kg pepaya.  Dibanding pepaya lokal maupun jingga atau pepaya Taiwan harganya lebih tinggi.
Untuk pepaya orange lady ini dari petani dijual Rp 2.000 sampai Rp 2.400 per kg.  Sedang pepaya Taiwan harganya lebih mahal selisih Rp 1.000 per kg. “Hal ini bila dikembangkan akan menambah penghasilan bagi petani,” tegas Eko Purwono. (Usa)