Solo

Lokasi Relokasi Masih Belum Jelas


Danar Widiyanto | Rabu, 18 Juli 2012 | 19:21 WIB | Dibaca: 295 | Komentar: 0

Aktivitas warga Desa Balerante Kemalang Klaten. Foto: Atiek Widyastuti H

KLATEN (KRjogja.com) - Relokasi bagi warga Desa Balerante Kecamatan Kemalang Klaten yang 2010 lalu menjadi korban erupsi Gunung Merapi masih belum jelas. Sebab Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Klaten bersikukuh kalau Dukuh Bendorejo yang dipilih warga tidak sesuai dengan tata ruang.
 
Hal itu muncul dalam rapat persiapan pembangunan huntap di ruang pertemuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Rabu (18/7). Dalam rapat tersebut dihadiri perwakilan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, BPBD Provinsi, Bappeda Klaten, warga yang bersedia di relokasi, Pemdes Balerante, Pemcam Kemalang dan sejumlah pengampu kebijakan lainnya.
 
Kepada KRjogja.com, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Wachju Adhy Pratomo ST MSi mengatakan, lokasi relokasi bagi korban erupsi Merapi  masih belum mendapatkan keputusan. Penyebab sudah jelas, bahwa lokasi di Dukuh Bendosari tidak sesuai dengan tata ruang. Padahal, warga bersikukuh hanya mau direlokasi di lokasi yang mereka pilih tersebut. Usai pertemuan ini akan ada koordinasi lain dengan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) yang diharapkan dihadiri Kepala Bappeda. Ditargetkan dalam dua pekan kedepan, pertemuan sudah berlangsung mengingat proses relokasi harus sudah selesai pada 2012 ini.
 
"Untuk lokasi relokasi masih belum ada titik temunya. Namun untuk sementara ada dua hal yang nantinya akan kami bawa dalam koordinasi dengan BKPRD. Pertama, relokasi bisa dilakukan di Dukuh Bendorejo yang merupakan tanah kas desa. Kedua, warga kami persilahkan mencari alternatif lokasi lain dimana nantinya akan kami beli dan bangun huntap," katanya. (Awh)