Kota Yogyakarta

Pelayanan Kartu Kuning di Yogyakarta Terintegrasi Sistem Online


Ivan Aditya | Kamis, 14 Juni 2012 | 11:35 WIB | Dibaca: 2766 | Komentar: 1

Ilustrasi. (Foto : Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Pelayanan pembuatan kartu pencari kerja (AK1) atau kartu kuning di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta kini sudah dilakukan dengan sistem online. Dengan ini, pendaftaran dapat dilakukan dari manapun melalui situs http://infokerja.depnakertrans.go.id/

"Dengan sistem ini, para pencari kerja akan tercatat secara nasional. Sejak April bulan lalu sistem ini sudah berjalan. Pencari kerja dapat lebih mudah mengakses informasi pasar kerja," terang Petugas Pengantar Kerja Madya Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Sri Hartati di Yogyakarta, Kamis (14/6).

Ia menambahkan, para pencari kerja yang membutuhkan kartu A1 tersebut tinggal datang ke kantor Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, membawa KTP dan ijazah. Pendaftar kini juga tidak perlu membawa foto diri, karena bisa foto langsung di kantor ini. "Semuanya gratis, tanpa biaya, termasuk untuk legalisirnya," imbuh Sri.

Dengan sistem ini, perusahaan yang yang berafiliasi dengan Depnakertrans bisa langsung mencari karyawan yang dibutuhkan secara online. Saat inipun, menurutnya ada seleksi karyawan untuk operator dan teknisi dari sebuah perusahaan di Batam di kantornya.

"Kita sering juga ada seleksi langsung perushahaan dari Batam disini. Pencari kerja dapat wawancara dengan usernya langsung. Sebulan dua-tiga kali kami memberangkatkan pekerja ke Batam rutin, walaupun jumlahnya tidak tetap," lanjutnya.

Sistem online ini menurutnya belum banyak yang mengetahui, sehingga masih perlu sosialisasi. Namun ia mengakui, semenjak pengumuman kelulusan SMA beberapa pekan lalu, jumlah pencari kerja di kantornya mengalami peningkatan.

"Tiap hari kini ada sekitar 20 pencari kerja baru yang meminta pembuata kartu kuning. Sebelum kelulusan tidak pasti jumlahnya. Hingga kini jumlah pencari kerja sampai Mei ada 8352 orang. Sebagian besar pencari kerja lulusan SLTA," pungkasnya. (Den)