Bantul

Di Bantul, 19 Desa Gelar Pilkades Hari Ini


Agus Sigit | Minggu, 10 Juni 2012 | 05:14 WIB | Dibaca: 993 | Komentar: 0

Sebuah spanduk imbauan membentang di atas jalan Desa Srimartani Piyungan Bantul. (Foto: Sukro R)

PUNDONG (KRjogja.com) - Hari ini, Minggu (10/6), 19 desa di Bantul serentak melaksanakan Pemilihan Umum Kepala Desa (Pilkades). Bupati Bantul mengimbau warga untuk memilih calon lurah sesuai hati nurani, dan tidak memilih calon lurah yang melakukan money politic.

"kepada masyarakat jangan mau suara panjenengan dihargai hanya Rp 25.000. Kalau ada calon lurah yang nekat membagi uang, terima saja uangnya namun memilih calon lurah berdasarkan hati nurani bukan berdasarkan uang, bagi calon diharapkan bisa bersikap konsisten, sportif dan profesional saat berlaga dalam pilkades dengan tidak melakukan money politics," ujar Bupati Bantul, Hj Sri Surya Widati, Sabtu (9/6).

Sementara, pantauan KRjogja.com di Desa Srihardono Pundong, salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku pihaknya menemui adanya pelanggaran Pilkades di desanya. Salah satu calon lurah terbukti berusaha membeli suara dengan memberikan bantuan berupa tenda kepada warga di Dusun Sroyo. "Awalnya kami memberanikan diri untuk melaporkan ke panitia pilkades Srihardono. Meski begitu setelah di kroscek panitia, mending dicabut saja laporan ini. Takut dengan warga dan calon," ujarnya.

Sedang  di Desa Bantul seorang warga yang enggan disebut namanya juga menerima  uang Rp 20 ribu agar memilih salah satu kandidat. Bahkan warga penerima itu akhirnya mengembalikan kepada seorang calon. Informasi yang diperoleh menyebutkan, uang tersebut dalam satu bendel dengan  sebuah surat undangan menghadiri sebuah pertemuan. Namun di penghujung acara justru diberi uang Rp 20 ribu agar memilih salah satu kandidat.

Sedang di Desa Srimartani Piyungan, massa dari berbagai elemen melakukan apel siaga satu dalam  pelaksanaan Pilkades.  Mereka tidak hanya sebatas melakukan pemantuan namun secara langsung memutus rantai peredaran  politik uang jelang Pilkades.

Koordinator Gerakan Pilkades Srimartani Piyungan Bersih, M  Sholinurudin mengatakan aksinya sebagai bentuk menentang  Pilkades bersih dan bermartabat. “Kami tidak memihak satu kandidat, semua  calon yang terindikasi melakukan politik uang kami tindak,” terangnya. Sementara Forum Silaturahmi  Remaja Masjid Baturetno (FSRMB juga meneken kesepakatan dengan calon lurah agar tidak menggunakan politik uang. Langkah tersebut  agar menghasilkan pemimpin yang amanah buat masyarakat

Dalam Pilkades hari ini, 72 calon lurah akan bersaing untuk memenangkan Pilkades di 19 desa. Dari sekian ini dua desa yakni Desa Parangtritis dan Desa Bantul memiliki jumlah calon lurah terbanyak yakni masing-masing tujuh calon. (R-6/Roy)