Solo

55 Siswa SMK Tertipu Lowongan Kerja


Ivan Aditya | Jumat, 8 Juni 2012 | 18:39 WIB | Dibaca: 824 | Komentar: 0

Ilustrasi. (Foto : Dok)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Kasus penipuan berkedok lowongan kerja di sebuah perusahaan terkenal terjadi di Kabupaten Sukoharjo. Total sebanyak 55 siswa SMK Iptek Weru terpaksa gigit jari setelah tergiur bujuk rayu oknum tidak dikenal. Parahnya, para siswa mengalami kerugian masing masing Rp 1,5 juta.

Awal mula kasus penipuan tersebut terjadi setelah ada seorang yang mengaku bisa menyalurkan kerja para siswa SMK Iptek Weru di perusahaan PT Astra di Jakarta. Untuk menyakinkan para siswa oknum tersebut juga melakukan presentasi. Saat presentasi inilah oknum tersebut mengandeng pihak sekolah dengan sebelumnya meminta ijin.

Dalam presentasi tersebut oknum yang mengaku bisa menyalurkan kerja meminta kepada siswa uang sebesar Rp 1,5 juta. Nantinya uang tersebut dipakai untuk kelengkapan adiministrasi di perusahaan.

Tidak disangka usai presentasi ternyata banyak siswa SMK Iptek Weru yang tertarik. Merekapun mengutarakan minatnya langsung kepada oknum tersebut.

"Dari sekian banyak siswa yang mendengar presentasi tersebut yang tertarik sebanyak 55. Uang untuk adminstrasi nanti sebesar Rp 1,5 juta," ujar Kapolsek Weru AKP Jaka Wasono di Sukoharjo, Jumat (8/6).

Setelah itu, para siswa tersebut Selasa (5/6) berangkat bersama-sama menggunakan bus ke Jakarta untuk mengikuti tes di perusahaan yang dijanjikan. Para siswa tersebut berangkat ke Jakarta dengan didampingi guru sekolah tersebut.

Akan tetapi sesampai di Jakarta, tepatnya di perusahaan yang dijanjikan akan merekrut tenaga kerja itu, para siswa tercengang. Sebab, perusahaan tersebut saat ini belum membuka lowongan sehingga belum ada agenda tes.

"Akhirnya, sebagian siswa diajak pulang lagi oleh guru yang ikut serta. Siswa lainnya tetap di Jakarta tetapi menginap di tempat saudara masing-masing," lanjutnya.

Kepolisian sendiri saat ini tengah melacak keberadaan oknum itu. Sebab dia diyakini merupakan jaringan penipu berkedok mencarikan pekerjaan. Hanya saja, pihaknya saat ini masih menunggu laporan resmi dari pihak sekolah dan orang tua. (M-7)