Solo

65 ODK Sukoharjo Dapat Bantuan Asistensi Sosial Kemensos


Danar Widiyanto | Jumat, 8 Juni 2012 | 13:33 WIB | Dibaca: 264 | Komentar: 0

Ilustrasi (Foto : Dok)

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Sebanyak 65 orang kecacatan berat (ODK) di Kabupaten Sukoharjo mendapat bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos) dalam program asistensi sosial 2012. Bantuan tersebut diberikan kepada para penerima sebesar Rp 300 ribu per ODK per bulan sampai batas waktu usia maksimal 55 tahun.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Rehabilitasi Sosial Dinsos Sukoharjo Warsiyatun kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/6) mengatakan bahwa asistensi sosial dari Kemensos ini merupakan program yang sangat dibutuhkan bagi ODK tidak hanya di Kabupaten Sukoharjo maupun daerah lainya. Khusus di Kabupaten Sukoharjo sudah mendapatkan bantuan dari program asistensi sosial tersebut sejak 2010 hingga 2012 ini. Dalam setiap kali program bantuan dana baik dana maupun jumlah penerima selalu sama, yakni sebanyak 65 ODK masing masing mendapat Rp 300 ribu maksimal sampai usia 55 tahun.

"Untuk tahun ini SK dari Kemensos sudah turun sekitar April lalu tinggal di cairkan saja," ujar Warsiyatun.

SK tersebut diberikan Kemensos kepada Kantor Pos Sukoharjo sebagai instansi resmi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyalurkan bantuan. Nantinya dalam penyaluran Kantor Pos Sukoharjo akan memakai data yang diberikan oleh Dinsos. Data sebanyak 65 ODK penerima bantuan ini sebelumnya sudah mendapat persetujuan baik dari Bupati Sukoharjo maupun Kemensos.

"Jadi acuanya data dari kami Kantor Pos tinggal menyalurkan saja," lanjutnya.

Penyaluran itu seperti dijelaskan Warsiyatun diberikan oleh Kantor Pos Sukoharjo melalui petugasnya dengan diantar langsung ke rumah para penerima. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan menginggat para ODK tersebut maupun pihak keluarganya sulit untuk melakukan akses pencairan sendiri di Kantor Pos Sukoharjo.
Proses pencairan sendiri nantinya akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan sesuai rekomendasi langsung dari Kemensos.

Warsiyatun menambahkan bahwa di Kabupaten Sukoharjo pada dasarnya sangat banyak terdapat ODK. Diluar 65 ODK penerima bantuan asistensi sosial tersebut, masih ada sebanyak 100 ODK lainya yang masuk daftar tunggu.

Mereka yang masuk daftar tunggu tidak bisa langsung menerima bantuan. Sebab mereka harus menunggu giliran tahun depan atau menunggu adanya penerima yang sudah mendapat tapi meninggal dunia ditengah jalan. "Jadi misal ada 65 ODK yang berhak menerima ternyata meninggal dunia, jadi 100 orang yang masuk daftar tunggu ini diambilkan untuk menggantinya," lanjutnya.

Dalam proses pergantian tersebut dilakukan dengan menggunakan SK kepala Dinas Sosial dan diserahkan ke Kemensos. SK tersebut dipakai sebagai patokan.

"Kuota Kabupaten Sukoharjo untuk program asistensi sosial ini hanya 65 ODK sangat kurang sebab di sini saja jumlahnya bisa ratusan orang. Kalau minta ditambah ke Kemensos ya bisa tapi itu tergantung mereka karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran pusat," lanjutnya.  (M-7)