Pantura

Kudus dan Jepara Raih Adipura


Danar Widiyanto | Minggu, 3 Juni 2012 | 22:00 WIB | Dibaca: 485 | Komentar: 0

Ilustrasi (Foto : Dok)

KUDUS (KRjogja.com) - Kabupaten Kudus kembali meraih penghargaan Adipura tahun 2011- 2012 untuk kategori kota sedang, bersama empat kabupaten/ kota lain di Jawa Tengah yaitu  Jepara, Cilacap, Kota Pekalongan dan Kota Magelang.
Penyerahan Piala Adipura akan diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, pada Selasa (5/6).

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Kudus, Sam'ani Intakoris mengatakan, Kudus merupakan satu dari 34 kota kategori sedang di Indonesia yang menerima penghargaan tersebut. Ini penghargaan ketiga selama kepemimpinan Bupati Kudus H Musthofa.

“Apresiasi pengelolaan lingkungan hidup dari pemerintah pusat ini, sebelumnya tahun 2008 dan 2009. Penghargaan ini merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Kudus,” ujarnya, Minggu (3/6) malam.

Kabar diterimanya penghargaan Adipura secara lisan telah diketahui dari pejabat terkait 1 Juni lalu, sebelum turun
undangan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Bupati Kudus akan menerima langsung penghargaan itu.

“Kegagalan mendapatkan Adipura pada 2010, telah melecut semangat kami untuk meraih kembali penghargaan Adipura. Tetapi tujuan utama ingin menciptakan lingkungan yang lebih indah, bersih dan sehat,” terangnya.

Menurutnya, bukan persoalan mudah untuk bisa mendapatkan Adipura tahun ini. Selain harus menggenjot semangat warga untuk dapat lebih peduli pada kebersihan lingkungan, sejumlah sistem pengelolaan sampah juga harus dibenahi. Pada dua kali penilaian yakni bulan September dan Mei, diyakini mendapatkan hasil cukup baik. 

Salah satu indikatornya, yakni sampah yang ada di tempat- tempat publik maupun tempat pembuangan akhir dapat dikelola
dengan baik. Namun sejumlah pekerjaan rumah masih tetap dimiliki masyarakat Kudus, di antaranya meningkatkan kebersihan di beberapa pusat publik seperti pasar dan jalan-jalan protokol. Kesadaran masyarakat untuk terlibat di dalamnya sangat berperan penting.

Sam'ani mengharapkan agar Adipura tidak dipandang sebagai salah satu simbol kemenangan bagi pihak tertentu. Dia
menegaskan, hal itu sebagai bukti kekompakan masyarakat Kudus dalam mengelola kebersihan lingkungan. “Adipura diharapkan dapat terus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, indah dan sehat pada masa mendatang,” tegasnya. (Trq)