Kota Yogyakarta

Musim Kemarau, Warga Diharapkan Waspadai ISPA


Danar Widiyanto | Selasa, 22 Mei 2012 | 11:32 WIB | Dibaca: 346 | Komentar: 0

Ilustrasi (Foto : Dok)

YOGYA (KRjogja.com) - Saat ini Wilayah Provinsi DIY telah memasuki musim kemarau. Hal ini dengan ditandai dengan pola angin udara atas yang bertiup dari arah tenggara, serta adanya tekanan udara rendah di wilayah utara Indonesia.
  
"Secara umum, musim kemarau tahun ini akan berlangsung normal hingga akhir musim," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Toni Agus Wijaya di Yogyakarta, Selasa (22/5).
  
Menurutnya, musim kemarau di wilayah DIY akan terjadi hingga Oktober dengan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus.Namun meskipun sudah memasuki musim kemarau, menurutnya masih dimungkinkan terjadi hujan dalam intensitas ringan yaitu kurang dari 50 milimeter per dasarian (10 hari).
  
"Tetapi, masyarakat juga harus tetap mewaspadai adanya gangguan cuaca jangka pendek yang bisa menyebabkan curah hujan tinggi yang datang secara tiba-tiba," katanya.
  
Ia menambahkan, secara umum suhu udara selama musim kemarau juga akan tetap normal. Saat ini, suhu udara maksimal di siang hari adalah 33 derajat celcius dan suhu udara minimal dini hari adalah 23 derajat celcius.
  
"Cuaca di siang hari sangat terik. Ini disebabkan tidak adanya kumpulan awan yang menahan pancaran sinar matahari sehingga masyarakat merasa udara sangat panas," katanya.
  
Suhu udara di siang hari selama musim kemarau akan mencapai puncaknya pada Oktober yaitu 34-35 derajat celcius. Menurutnya perlu ada persiapan di daerah yang sangat bergantung pada air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih seperti di Kabupaten Gunungkidul bagian selatan.

"Selama musim kemarau, potensi angin kencang justru menurun bila dibanding saat musim pancaroba, kecuali ada gangguan cuaca jangka pendek," lanjutnya.
  
Untuk gelombang di laut selatan DIY hingga Jumat (25/5) menurutnya cukup tinggi, yaitu mencapai tiga meter. Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di pantai dimintanya harus waspada.
     
"Kami sudah menyampaikan peringatan cuaca dini kepada pemerintah daerah setempat agar disampaikan ke nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di pantai," pungkasnya. (Den)