Pantura

Petani Blora Keluhkan Serangan Tikus dan Hama Wereng


Danar Widiyanto | Rabu, 18 Januari 2012 | 10:27 WIB | Dibaca: 183 | Komentar: 0

Ilustrasi (doc)

BLORA (KRjogja.com) – Ratusan petani di berbagai desa di wilayah Kabupaten Blora mengeluhkan merebaknya hama tikus dan wereng coklat yang memudarkan harapan mereka untuk panen lebih awal. Kini para petani hanya bisa berharap uluran tangan dari dinas terkait guna mengatasi hama tersebut.
    
Suwito (50) petani di Ngawen kepada KRjogja.com mengeluhkan lambannya bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Blora untuk membantu para petani yang tengah terpuruk. Tingginya biaya pengelolaan sawah kini harus ditebus dengan kerugian.

“Biaya pengelolaan lahan sampai ngutang termasuk pemupukan dan penyemprotan hama. Tapi hama tikus dan wereng coklat seolah tidak mempan dengan obat (pestisida-red), dan hama terus berpindah ke lahan baru,” katanya.
    
Tahun 2011 lalu, hama wereng coklat juga menyerang hampir separuh lahan pertanian yang ada di Kabupaten Blora, sehingga petani sempat melakukan pembakaran tanaman padi karena sudah tidak bisa dipanen lagi.
     
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kab Blora Ir Sutikno Slamet mengakui adanya kedua hama tanaman padi yang dikeluhkan petani. “Karena anggaran terbatas, kami menunggu bantuan dari Pemprov Jateng. Yang jelas kami sudah lakukan pendataan dan bantuan pestisida sesuai kemampuan” jelas Sutikno, Rabu (18/1).

Soal kelambanan penanganan hama di Blora dikeluhkan banyak pihak,termasuk kalangan DPRD setempat. Sebab, prakteknya penanganan selalu terlambat. “Penyemprotan dilakukan disaat ratusan hektar areal padi sudah berwarna coklet kehitaman. Kinerja PPL tumpul dan mandul,” kilah Suhaha, anggota DPRD asal Bogorejo.  (Ags)
 

 


Kirim Komentar