SOROTAN

Menanti Sidang Kasus Lapas Cebongan


cwpel | Selasa, 28 Mei 2013 | 14:41 WIB | Dibaca: 1252 | Komentar: 2

Ilustrasi (Foto: Doc)

ODITURAT Militer (Odmil) II-11 Yogyakarta, Rabu 22 Mei pekan lalu menerima berkas dan barang bukti perkara penyerangan Lapas Cebongan Sleman. Berdasar berkas perkara tersebut, 12 anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan Kartasura dinyatakan sebagai tersangka. Sedang barang bukti yang diserahkan antara lain mobil serta senjata api.

Kepala Odmil II-11 Yogyakarta Letkol (Sus) Budiharto menyatakan, ke-12 tersangka saat ini masih dititipkan di Pomdam Semarang. Mereka baru akan dipindahkan ke Denpom Yogyakarta menjelang persidangan. Kapan persidangan akan mulai digelar, akan sangat tergantung pada mekanisme proses hukum yang berlaku.

Dengan diserahkannya berkas perkara berikut sejumlah barang bukti perkara ke Odmil II-11, kita memperoleh kesan kuat proses penyidikan perkara berjalan lancar. Tidak ada kendala dalam bentuk apa pun bagi tim gabungan penyidik dari Denpom Semarang, Denpom Yogyakarta, Pomdam Diponegoro dan Puspom TNI AD. Tentunya kita juga berharap tahapan proses yang dilakukan Odmil hingga pelimpahan perkara ke peradilan militer berlangsung lancar.

Lebih dari itu, kita merasa optimis persidangan nantinya berjalan fair. Berproses secara terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi atau dimanipulasi. Optimisme kita yang sedemikian besar itu tentu karena adanya jaminan dari pimpinan TNI AD. Seperti pendahulunya, KSAD yang baru Letjen TNI Moeldoko juga menjamin tidak akan ada intervensi dalam bentuk apa pun terkait pengadilan kasus penyerangan Lapas Cebongan.

Pernyataan berikut jaminan pimpinan TNI AD itu memang sudah seharusnya. Bukan hanya karena secara prinsipiil siapa pun dan pihak mana pun tidak bisa mengintervensi serta mempengaruhi proses peradilan. Tetapi juga karena pimpinan dan lembaga TNI AD dituntut bersikap dan berjiwa ksatria. Menyerahkan sepenuhnya peradilan prajuritnya sebagai tersangka kasus tindak pidana kepada pengadilan militer.

Kita mencatat, peradilan terhadap 12 prajurit Kopassus Grup 2 merupakan peristiwa kedua keterlibatan sejumlah anggota pasukan elite TNI AD dalam perkara tindak pidana. Peristiwa pertama terjadi ketika 11 anggota Kopassus Grup 4 dihadapkan ke Mahkamah Militer Tinggi II Jakarta. Tergabung dalam Tim Mawar yang dibentuk Kopassus, mereka ditugasi menculik sejumlah aktivis pada tahun 1997 dan 1998. Ke-11 anggota Kopassus itu divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara bervariasi. Sebagian di antaranya dengan tambahan vonis dipecat dari dinas kemiliteran TNI AD.