Fiqih Online

Suami Istri Bersentuhan, Batalkah?


Ahmad Lutfie | Kamis, 6 September 2012 | 02:42 WIB | Dibaca: 647 | Komentar: 0

Pertanyaan:
Pak Ustadz mau tanya nih, kalau laki-laki sama perempuan bersentuhan tapi suami isteri, apakah membatalkan wudunya.terima kasih.
08968737xxxx


Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaan saudara, semoga kabar saudara baik senantiasa. Di dalam ilmu fiqih, ada empat hal yang membatalkan wudu:
1. Keluar sesuatu dari “dua pintu” atau dari salah satunya, baik berupa zat ataupun angin. Dalilnya sebagai berikut: “Awjaa’a ahadun minkum minal ghaa’iti (atau kembali dari tempat buang air).”(An-Nisa:43)
2.  Hilang akal dan tidur
“Kedua mata itu tali yang mengikat pintu dubur. Apabila kedua mata tidur, terbukalah ikatan pintu itu. Maka barangsiapa yang tidur, hendaklah ia berwudu.”(HR.Abu Dawud)
3. Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan
Dari Ummi Habibah.Ia berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda,’ Barangsiapa menyentuh kemaluannya, hendaklah berwudu.”(HR.Ibnu Majah)
4.  Bersentuhan kulit laki-laki dengan perempuan
“Awlamastumunnisaa’ (atau kamu telah menyentuh perempuan).”(An-Nisa’:43). Berdasarkan dalil ini, dalam fiqih dirumuskan bahwa bersentuhan laki-laki dengan perempuan yang sudah baligh atau dewasa dan di antara keduanya bukan mahram (saudara kandung, ayah dan anak, saudara sepersusuan atau mahram karena sebab pernikahan) maka wudunya batal. Pendapat ini adalah pendapat madzhab Imam Syafiie. Sehingga dari pertanyaan saudara dapat kita simpulkan bahwa suami isteri (mahram karena pernikahan) yang bersentuhan tidak membatalkan wudunya. Semoga jawaban ini bermanfaat.Wallahu A’lamu Bishawwab


ANALISIS

Sawan Manten